Jumat, 29 Mei 2015

Makalah Pengaruh Kualitas Informasi



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Kemampuan untuk mengelola informasi secara efektif didalam sebuah organisasi sangat penting karena dapat menjadi dasar untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Karena itu banyak perusahaan yang mulai mengembangkan dan memberikan perhatian khusus pada teknologi informasi sebagai sumber yang memfasilitasi pengumpulan dan penggunaan informasi secara efektif. Salah satu perkembangan teknologi komputer antara lain teknologi jaringan komputer dan internet.
Salah satu syarat untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat mengalami perkembangan antara lain selalu mengakses informasi yang upto date dan semua itu dapat dilakukan melalui internet. Karena dengan media internet dapat memenuhi kemudahan mahasiswa untuk mengakses informasi yang dibutuhkan.
Internet yang merupakan salah satu produk teknologi informasi telah menjadi perhatian dan pilihan bagi mahasiswa, karena memberikan kemungkinan positif dalam mengakses informasi yang dibutuhkan sebagai bahan usaha. Internetyang menjanjikan akses, bisa memberikan kenyamanan dalam penelusuran referensi bagi mahasiswa.Meskipun sebenarnya menjadi keharusan, sebagai generasi intelektual dalam perguruan tinggi para mahasiswa juga memiliki buku sebagai sumber pustaka dan kajian literatur dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah.
Namun demikian, masih banyak mahasiswa yang masih enggan untuk menggunakan internet dalam melakukan tugas mereka.Salah satu kemungkinan yang menyebabkan keengganan adalah masalah kualitas informasi yang didapatkannya melalui media internetyang mungkin saja kurang relevan dengan informasi yang dibutuhkannya.Mahasiswa harusbisa membedakan mana informasi yang dapat dipercaya dan mana yang tidak.
Kemampuan individual setiap mahasiswa berbeda sehinggacara mereka dalam mengoperasikan internet untuk mendapatkan informasi yangdibutuhkannya juga berbeda. Oleh karena itu ada beberapa mahasiswa dengankemampuannya dalam menggunakan internet diatas rata-rata, lebih tahu bagaimanamemanfaatkan sarana internet untuk meningkatkan kinerja pekerjaannya dan tentu saja lebih memiliki niat untuk menggunakan internet.Sedangkan untuk mahasiswa yang kurangmemiliki kemampuan tersebut cenderung memiliki niat yang lebih kecil untuk menggunakan internet karena dianggap terlalu rumit dan memerlukan usaha yang lebih keras.
Masalah lainnya adalah mengenai norma subyektif, yang dalam hal ini berperan sebagai pendorong ataumotivator mahasiswa dalam menggunakan internet. Mahasiswa akan memiliki niat untuk menggunakan internet jika dia merasa bahwa orang terdekatnya akan menganggap bahwa dia akan lebih berkinerja jika menggunakan internet. Faktor ini bisa berasal dari teman dekat, saran dosen atau rekan kerjanya.
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan penelitian yang akan dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apakah kualitas informasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka?
2.      Apakah kemampuan individual berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ?
3.      Apakah norma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka?
4.      Apakah tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka?
5.      Apakah kemudahan akses internet berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ?
6.      Apakah kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ?
1.3.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
1. Untuk menguji pengaruh kualitas informasi terhadap minat mahasiswa dalammenggunakan internet sebagai sumber pustaka.
2. Untuk menguji pengaruh kemampuan individualterhadap minat mahasiswa dalam menggunakaninternet sebagai sumber pustaka.
3.Untuk menguji pegaruh norma subyektif terhadap minatmahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4. Untuk menguji pengaruh tuntutan studi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
5.Untuk menguji pengaruh kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
6. Untuk menguji pengaruh kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
1.4. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi organisasi pendidikan khususnya perguruan tinggi, yang menerapkan internet sebagai salah satu sumber pustaka bagi mahasiswanya. Agar para akademi  dapat memahami sebab-sebab yang mempengaruhi para mahasiswa lebih berminat dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka dalam studinya.Serta untuk mengetahui pentingnya internet dalam mendukung kegiatan perkuliahan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
2.1.1.Kualitas Informasi
Menurut Liu dan Arnett (2000) kualitas informasi adalah tingkat relevan (relevant), ketepatan waktu (timely), aman dan disajikan dengan rancangan informasi yang baik dalam sebuah website (Liu dan Arnett 2000).
Kualitas informasi (information quality) adalah sejauh mana informasi secara konsisten dapat memenuhi persyaratan dan harapan semua orang yang membutuhkan informasi tersebut untuk melakukan proses mereka. Konsep ini dikaitkan dengan konsep produk informasi yang menggunakan data sebagai masukan dan informasi didefinisikan sebagai data yang telah diolah sehingga memberikan makna bagi penerima informasi.Kualitas informasi bersifat multidimensi dan berbagai variasi karakteristik pengukur telah diusulkan oleh beberapa penulis. Secara umum, dimensi kualitas informasi dapat dikelompokkan kedalam empat kategori: (1) intrinsik, (2) kontekstual, (3) representasi, dan (4) aksesibilitas atau keteraksesan.(Wikipedia bahasa indonesia,ensiklopedia bebas)
2.1.2.Kemampuan Individual
Kemampuan individual didefinisikan oleh Ajzen (1985) sebagai persepsi individual terhadap kemudahan atau kesulitan dalam melakukan perilaku atau keyakinan terhadap kemampuan sendiri untuk melakukannya. Individu akan cenderung lebih puas dengan perilaku yang mereka rasa mampu untuk melakukannya dan cenderung tidak menyukainya untuk perilaku yang mereka tidak bisa menguasainya ( Bandara 1986, 1997, dikutip oleh Hartono 2007 ).
kemampuan individu dapat dibagi kedalam dua bagian yaitu kemampuan nyata (actual ability) dan kemampuan potensial (potential ability). Kemampuan nyata (actual ability) yaitu kemampuan yang diperoleh melalui belajar (achivement atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang.Misalkan, setelah selesai mengikuti proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), pada akhir perkuliahan mahasiswa diuji oleh dosen tentang materi yang disampaikannya (tes formatif). Ketika mahasiswa mampu menjawab dengan baik tentang pertanyaan dosen, maka kemampuan tersebut merupakan  kemampuan nyata (achievement).Sedangkan kemampuan potensial merupakan aspek kemampuan yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh dari faktor keturunan (herediter). (Ahmad Sudrajat 2008 ).
2.1.3.Norma Subyektif
Sebuah norma adalah sebuah aturan, patokan atau ukuran, yaitu sesuatu yang bersifat pasti dan tidak berubah. Dengan adanya norma kita dapat memperbandingkan sesuatu hal lain yang hakikatnya, ukurannya, serta kualitasnya kita ragukan. Norma berguna untuk menilai baik-buruknya tindakan masyarakat sehari-hari. Sebuah norma bisa bersifat obyektif dan bisa pula bersifat subyektif. Bila norma obyektif adalah norma yang dapat diterapkan secara langsung apa adanya, maka norma subyektif adalah norma yang bersifat moral dan tidak dapat memberikan ukuran atau patokan yang memadai.
Norma subyektif adalah sebuah keyakinan mengenai perilaku yang bersifat normatif (yang diharapkan orang lain) dan motivasi untuk bertindak sesuai dengan harapan normatif yang membentuk sebuah keyakinan dalam diri seorang individu.
2.1.4.Tuntutan Studi
Sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. (Wahyu, 2006)
Bagi para pengajar, internet bermanfaat dalam mengembangkan profesinya, karena dengan internet dapat : (a) meningkatkan pengetahuan, (b) berbagi sumber diantara rekan sejawat, (c) bekerjasama dengan pengajar di luar negeri, (d) kesempatan mempublikasikan informasi secara langsung, (e) mengatur komunikasi secara teratur, dan (f) berpartisipasi dalam forum-forum lokal maupun internasional. Di samping itu para pengajar juga dapat memanfaatkan internet sebagai sumber bahan mengajar dengan mengakses rencana pembelajaran dengan metodologi baru, mengakses materi kuliah yang cocok untuk mahasiswanya, serta dapat menyampaikan ide-idenya.
Sementara itu mahasiswa juga dapat menggunakan internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan memperluas pengetahuan, belajar berinteraksi dan mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian (Philip Rechdalle, 2005).
2.1.5.Kemudahan Akses
Kemudahan, menurut Davis dkk.dalam Kwon dan Chidambaran (2002) mengarah pada tingkat keyakinan individu bahwa pemakaian suatu sistem tidak banyak memerlukan usaha.
Akses internet adalah penggunaan teknologi untuk mengakses Web.
Dalam penelitian ini, teknologi lebih mengarah pada sistem komputer.

2.1.6. Minat Mahasisiwa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka
Minat mahasiswa menurut Hurlock (1993) adalah sumber motivasi yang mendorong seorang mahasiswa untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika memiliki kebebasan untuk memilih.
Minat mahasiswa menurut Crow & Crow (1994) adalah suatu barang atau kegiatan atau sesuatu yang lain yang dapat memberikan pengaruh terhadap pengalaman yang telah disebabkan oleh kegiatan itu sendiri.
Menggunakan media internet dalam pendidikan sebagai hakikat e-learning (Cambell dan keluarga, 2002).Istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi internet (Onno W. Purbo, 2002).
Definisi yang lebih luas bahwa e-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer maupun komputer stand alone(Terms, 2001).
2.2. Kerangka Pemikiran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Gambar 2.1.
Model Penelitian

                                                 H1
Kualitas Informasi (X1)
Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka (Y)
H6
                                                      H2
Kemampuan Individual (X2)
    H3
Norma Subyektif (X3)
                                                      H4
Tuntutan Studi (X4)
                                                      H5
Kemudahan Akses (X5)

Sumber : Data Primer diolah,2014
Dalam penggunaan internet sebagai sumber pustaka untuk menunjang kegiatan studinya mahasiswa sering melupakan kualitas informasi yang mereka peroleh.Sehingga, para mahasiswa yang bertindak sebagai pengguna internet harus dapat memilih dan memilah mana informasi yang relevan dan dapat dipercaya serta mana yang tidak. Kualitas informasi yang didapatkan dari internet bisa saja berbeda-beda antara mahasiswa yang satu dengan yang lain. Perbedaan kualitas informasi yang diperoleh para mahasiswa tersebut akan menyebabkan perbedaan pada kualitas data yang diperlukan oleh mahasiswa. Sulitnya memperoleh data dengan kualitas terbaik seperti yang mereka butuhkanakan berdampak pada berkurangnya minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Akan tetapi apabila mereka dapat dengan mudah menemukan data yang berkualitas baik seperti yang mereka butuhkan, hal itu tentu akan semakin mendorong minat mereka untuk menggunakan media internet sebagai salah satu sumber pustaka dalam kegiatan perkuliahan mereka.
Perbedaan yang terjadi pada kemampuan individual mahasiswa dalam mengoperasikan komputer dan menggunakan internet juga memiliki peran dan pengaruh dalam minat mereka dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.Pada beberapa mahasiswa dengan kemampuan dalam menggunakan internet diatas rata-rata serta lebih mengetahui bagaimana memanfaatkan sarana internet untuk meningkatkan kinerja pekerjaannya, tentu saja lebih memiliki minat untuk menggunakan internet.Sedangkan untuk mahasiswa yang kurang mahir, cenderung memiliki minat yang lebih kecil untuk menggunakan internet. (Femilia, 2009)
Minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka juga dipengaruhi oleh pengalaman dari rekan-rekannya ataupun keluarganya dalam menggunakan internet.
Tuntutan dalam kegiatan studi yang didukung dengan kemudahan pemanfaatan jaringan internet akan mempengaruhi minat mahasiswa untuk menggunakan media internet sebagai sumber pustaka dalam kegiatan studinya.
Akses jaringan internet yang lamban atau sulit akan menurunkan minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Namun apabila akses jaringan internet yang cepat dan mudah, tentu saja hal ini secara positif akan mendorong minat mahasiswa untuk menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
2.3. Hipotesis Penelitian
Hipotesis pada dasarnya merupakan proposi atau anggapan yang mungkin benar dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan atau pemecahan persoalan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut. Dalam hal ini hipotesis diperlukan untuk membuat suatu dugaan pada obyek penelitian yang akan diteliti lebih lanjut kebenarannya(J.Suprapto,1994).
Dalam penelitian ini hipotesisnya adalah :
H 1 : Kualitas informasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
H 2 : Kemampuan individual berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan  intenet sebagai sumber pustaka.
H 3 :Norma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
H 4 : Tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
H 5 : Kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
H 6 : Kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.









BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1.  Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian survai yaitu penelitian yang dilakukan dalam populasi besar maupun kecil.
3.2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian Fakultas Ekonomi Universitas Sains Al Quran Jawa Tengah di Wonosobo.
3.3. Obyek Penelitian
            Obyek penelitian adalah mahasiswa- mahasiswi semester 1, 3, 5, dan 7 Fakultas Ekonomi.
3.4. Variabel Penelitian
            Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 6 (enam) variabel yang terdiri dari lima variabel bebas (independent) dan satu variabel terikat (dependent).
1)      Variabel Bebas
I.                   Kualitas Informasi (X1)
II.                Kemampuan Individual (X2)
III.             Norma Subyektif (X3)
IV.             Tuntutan Studi (X4)
V.                Kemudahan Akses (X5)
2)      Variabel terikat dalam penelitian ini minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka merupakan variabel tetap (Y).
3.5. Sumber Dan Jenis Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam membahas masalah yang dikemukakan, data yang digunakan yaitu :
1.      Data Primer
Yaitu data yang diperoleh dari sumbernya, diamati dan dicatat berhubungan langsung dengan obyek penelitian ini. Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk memperoleh data primer.
2.      Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh dari sumber – sumber lain yaitu buku–buku atau literature-literature serta yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.
3.6.Populasi dan Sampel
3.6.1.      Populasi
Populasi adalah sekumpulan obyek, orang atau keadaan yang paling tidak memiliki satu karakteristik umum yang sama (Furqon, 1997). populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 1, 3, 5 dan 7 Fakultas Ekonomi Universitas Sains Al Quran Jawa Tengah di Wonosobo. Berdasarkan data akademik pada FE UNSIQ  menunjukkan jumlah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi pada semester 1, 3, 5, dan 7 adalah 761.
3.6.2.      Sampel
Dalam hal ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sample random sampling atau sampel acak sederhana. Sample acak sederhana adalah sebuah sampel sederhana yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau suatu elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel (Singarimbun Effendi, 1989). Untuk mendapatkan sampel yang dapat menggambarkan populasi, maka perhitungan jumlah sampel yang akan digunakan  adalah rumus Slovin sebagai berikut:


n =          N
1+Ne2
Dimana:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan
sampel yang masih dapat ditolerir.

Dari Jumlah populasi tersebut termasuk populasi besar (761) sehingga tingkat
kelonggaran ketidaktelitian (e) sebesar 5%  dengan menggunakan rumus diatas diperoleh sampel sebesar :
n = 761 / 1+761(0.05)2 = 262,19
Dalam penelitian ini jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 262 responden.
3.7.Metode Pengumpulan Data dan Metode Analisis
a.      Metode Pengumpulan Data
            Untuk menjawab masalah dan menjawab hipotesis yang diajukan dalam penelitian, diperlukan data yang valid.Ada dua data yang dilakukan dalam penelitian yakni :
1)   Kuesioner dan angket
Adalah pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan kepada responden untuk diisi, kemudian jawaban yang diisi oleh responden tersebut diberi skor dengan menggunakan skala likert dengan penilaian 5,4,3,2 dan 1.
Jawaban
Skor
STS
1
TS
2
N
3
S
4
SS
5

2)      Observasi
Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung kelokasi penelitian.
b.      Metode Analisis
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.)    Analisis kualitatif
Analisis kualitatif merupakan interpretasi dari data yang didapat dalam penelitian serta  hasil pengolahan data yang dilakukan.
2.)    Analisis Kuantitatif
Yaitu analisis data yang menggunakan angka-angka yang telah diproses  melalui pengolahan dan perhitungan dari hasil mengumpulkan data kuesioner.
Analisis ini melalui kegiatan:
a.)    Tabulasi
Yaitu proses perhitungan frekuensi dan penyajian data dalam tabel-tabel untuk analisis lebih lanjut.
b.)    Skala Pengukuran
Yaitu dengan menentukan skor dimana memberikan penelitian atas jawaban responden.
3.8.Teknik Analisis Data
3.8.1 Uji Kualitas Data
Kualitas data yang dihasilkan dari penggunaan instrument penelitian data dievaluasi melalui uji reliabilitas dan uji validitas.Uji tersebut masing-masing untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari penggunaan instrument kuesioner (Huck dan Cormier,1996).
· Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas yang digunakan adalah dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan masing-masing skor setiap konstruknya (Ghozali,2006).
· Uji Reliabilitas
Suatu kuesioner dikatakan reilabel atau handal jika jawaban seseorang adalah konsisten dari waktu kewaktu.Uji Reliabilitas ini menggunakan konsistensi internal yaitu teknik cronbach alpha (α).Apabila cronbach alpha dari hasil pengujian > 0,600 maka dapat dikatakan bahwa variabel ini reliabel.
3.8.2 Koefisien Korelasi
Koefisian korelasi merupakan suatu ukuran yang menunjukkan arah dan kekuatan (kuat lemahnya) hubungan antara variabel bebas atau variabel independent (X) dengan varibel terikat atau variabel dependent (Y) arah dan kekuatan (kuat lemahnya) hubungan antara variabel bebas atau variabel independent (X) dengan variabel terikat atau variabel dependent (Y) baik secara persial maupun simultan. Dalam penelitian ini,hubungan antara kualitas informasi (X1), kemampuan individual (X2), norma subyektif (X3), tuntutan studi (X4) dan kemudahan akses (X5) baik secara parsial maupun secara  simultan terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (Y).
3.8.3 Koefisian Determinasi
Koefisien determinasi adalah suatu ukuran yang menunjukan sejauh mana variabel terikat (Y) dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X). Jika besarnya nilai pada variabel X berubah maka akan menyebabkan besarnya nilai pada variabel Y,artinya naik turun X akan membuat nilai Y juga naik turun (bervariasi). Namun nilai Y bervariasi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor X saja,karena masih banyak faktor lain yang menyebabkan.
      Sehingga dalam penelitian ini, variabel terikat (Y) yakni minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X) yakni kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses.
3.8.4 Persamaan Garis Regresi
Persamaan garis regresi adalah suatu persamaan garis yang dibuat berdasarkan rumus matematik yang menunjukan hubungan sebab akibat antara dua variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).
Variabel X merupakan variabel sebab atau variabel independent.
Variabel Y merupakan variabel akibat atau variabel dependent.
Dalam penelitian ini, untuk mendapatkan persamaan garis regresi tersebut, dapat dicari dengan rumus berikut:
Y’=a+b1x1+b2x2+b3x3+b4x4+b5x5+ERROR
 



Keterangan :
Y’ : Persamaan garis regresi
a : Konstanta
b1 :Lereng garis / slope pada variabel kualitas informasi
b2 : Lereng garis / slope pada variabel kemampuan individual
b3 : Lereng garis / slope pada variabel norma subyektif
b4 : Lereng garis / slope pada variabel tuntutan studi
b5 : Lereng gaaris / slope pada variabel kemudahan akses
X1 : Variabel kualitas informasi
X2 : Variabel kemampuan individual
X3 :Variabel norma subyektif
X4 : Variabel tuntutan studi
X5 : Variabel kemudahan akses
            Sedangkan untuk menghitung koevision induk a, b1, b2, b3, b4 dan b5 dapat dilakukan dengan melakukan regression linear pada SPSS 16 yaitu uji Coefficients Model – Understandardized coefficients (B)
3.8.5. Uji Hipotesis
Untuk membuktikan kebutuhan hipotesis yang menyatakan :
H 1 : Kualitas informasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
H 2 : Kemampuan individual berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan intenet sebagai sumber pustaka.
H 3 : Norma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
H 4 : Tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
H 5 : Kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
H 6 : Kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Dapat dilihat dari tingkat signifikasinya yaitu:
Ha diterima, jika nilai signifikan variabel < α = 0,05.
Ha ditolak, jika nilai signifikan variabel > α = 0,05.
            Apabila probalitasnya < 0,05 maka Ha diterima atau koefisien regresi diterima, artinya terdapat pengaruh positif kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif,tuntutan studi,dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, baik secara parsial maupun simultan.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Responden di dalam penelitian ini terdiri dari para mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sains Al Quran Jawa Tengah di Wonosobo. Peneliti memilih responden secara acak serta menggunakan metode pengumpulan data berupa survai dengan menyebarkan kuesioner yang telah berisi item-item pertanyaan.Peneliti membutuhkan waktu kurang lebih selama 14 hari dalam proses pengumpulan data tersebut. Kuesioner yang disebar dan telah terisi oleh responden berjumlah 262 buah.Jumlah tersebut sesuai dengan hasil perhitungan rumus Slovin dalam menentukan jumlah sampel dari populasi yang ada. Adapun rincian jumlah sampel dan tingkat pengembalian  tersaji didalam tabel 4.1:
Tabel 4.1
Data Sampel dan Tingkat Pengembalian Kuesioner
Jumlah kuesioner yang disebar
262
Jumlah kuesioner yang tidak kembali
121
Kuesioner yang kembali
141
Kuesioner yang digugurkan
26
Kuesioner yang digunakan
115
Tingkat pengembalian
54 %
Tingkat pengembalian yang digunakan
82 %
Sumber: Data Primer diolah,2014
Peneliti menyebarkan kuesioner dengan menggunakan dua cara yaitu melalui peneliti sendiri dan melalui bantuan rekan ataupun saudara. Kedua cara ini memiliki tujuan akhiryang sama yakni kuesioner dapat diisi oleh responden yang berbeda.Peneliti menggunakan 5 tahap pengujian yaitu uji kualitas data, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, uji persamaan garis regresi, dan uji hipotesis.
4.1. Uji Kualitas Data
Sebelum dilakukan pengolahan data,data yang diperoleh melalui kuesioner perlu untuk diuji kebenaran dan kehandalannya.Pengujian dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas.
4.1.1. Uji Validitas
Uji validitas dimaksudkan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut(Ghozali,2007).Uji validitas yang digunakan adalah dengan menghitung korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator dengan total konstruk.Suatu indikator dikatakan valid apabila korelasi antara masing-masing indikator menunjukan hasil yang signifikan.
Berikut ini akan disajikan hasil olahan data mengenai jawaban responden atas pengaruh kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, maka dapat disajikan uji validitas melalui tabel berikut ini.
Table 4.2
Hasil Uji Validitas
Variabel                    
Kisaran Korelasi
Signifikansi
Keterangan
Kualitas Informasi
0,332** - 0,580**
0,000
VALID
Kemampuan Individual
0,365** - 0,673**
0,000
VALID
Norma Subyektif
0,319** - 0,555**
0,000
VALID
Tuntutan Studi
0,428** - 0,657**
0,000
VALID
Kemudahan Akses
0,498** - 0,749**
0,000
VALID
Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka
0,489** -0,615**
0,000
VALID
Sumber :Lampiran 3, 2014
Variabel kualitas informasi mempunyai kisaran korelasi antara 0,332 – 0,580 dan signifikan pada tingkat 0,000.Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang kualitas informasi yang mengukur kualitas informasi dinyatakan valid. Variabel kemampuan individual mempunyai kisaran korelasi antara 0,365 – 0,673 dan  signifikan pada tingkat 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang kemampuan individual yang mengukur kemampuan individual dinyatakan valid. Variabel norma subyektif mempunyai kisaran korelasi antara 0,319 – 0,555 dan signifikan pada tingkat 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang norma subyektif yang mengukur norma subyektif dinyatakan valid. Variabel tuntutan studi mempunyai kisaran korelasi antara 0,428 – 0,657 dan signifikan pada tingkat 0,000.Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang tuntutan studi yang mengukur tuntutan studi dinyatakan valid.Variabel kemudahan akses mempunyai kisaran korelasi antara 0,498 – 0,749 dan signifikan pada tingkat 0,000.Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang tuntutan studi yang mengukur tuntutan studi dinyatakan valid.Variabel minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka mempunyai kisaran korelasi antara 0,489 – 0,615 dan signifikan pada tingkat 0,000.Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka yang mengukur minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka dinyatakan valid.
Jadi secara keseluruhan uji validitas dalam penelitian ini telah menunjukkan hasil yang memuaskan.Semua item pertanyaan pada setiap variabel baik dependent maupun independent semua menunjukkan hasil yang valid.
4.1.2.      Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel.Suatu kuesioner dikatakan reliabel apabila jawaban responden dari pertanyaan pada setiap variabel selalu konsisten dari waktu-kewaktu. Formula statistik yang digunakan untuk mengukur reliabilitas adalah uji statistik cronbach alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha(α)> 0,600 (Nunnally,1967) yang dikutip Ghozali, Imam (2007). Hasil uji reliabilitas ini ditunjukan pada tabel berikut:
Tabel 4.3
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel
Cronbach alpha
Tanda

Keterangan
Kualitas informasi
0,723
> 
0,60
Reliabel
Kemampuan individual
0,803
> 
0,60
Reliabel
Norma subyektif
0,682
> 
0,60
Reliabel
Tuntutan studi
0,833
> 
0,60
Reliabel
Kemudahan akses
0,793
> 
0,60
Reliabel
Minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
0,691
> 
0,60
Reliabel
Sumber : Lampiran 4, 2014
Variabel kualitas informasi memiliki nilai cronbach alpa 0,723 nilai tersebut diatas cronbach alpha 0,60 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang kualitas informasi adalah reliabel. Variabel kemampuan individual memiliki nilai cronbach alpha 0,803 nilai tersebut diatas cronbach alpha 0,60 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang kemampuan individual adalah reliabel. Variabel norma subyektif  memiliki nilai cronbach alpha 0,682 nilai tersebut diatas cronbach alpha 0,60 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang norma subyektif adalah reliabel. Variabel tuntutan studi memiliki nilai cronbach alpa 0,833 nilai tersebut diatas cronbach alpha 0,60 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang tuntutan studi adalah reliabel. Variabel kemudahan akses memiliki nilai cronbach alpha 0,793 nilai tersebut diatas cronbach alpha 0,60 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang kemudahan akses adalah reliabel. Variabel minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka  memiliki nilai cronbach alpha 0,691 nilai tersebut diatas cronbach alpha 0,60 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka adalah reliabel.
Secara keseluruhan uji reliabilitas yang dilakukan dalam penelitian ini telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat dari nilai  cronbach alpha yang lebih besar dari nilai batas atas cronbach alpha 0,60. Sehingga seluruh pertanyaan yang berkaitan dengan variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, kemudahan akses dan minat mahasiswa dalam menggunakan internet adalah reliabel.
4.2  Koefisien Korelasi
Koefisien korelasi merupakan suatu ukuran yang menunjukkan arah dan kekuatan (kuat lemahnya) hubungan antara variabel bebas atau variabel independent (X) dengan variabel terikat atau variabel dependen (Y) yaitu hubungan antara kualitas informasi (X1),kemampuan individual (X2), norma subyektif (X3), tuntutan studi (X4), dan kemudahan akses (X5) baik secara parsial maupun simultan terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.Hasil uji koefisien korelasi ini dapat dilihat pada tabel 4.4 (pengujian secara parsial) dan tabel 4.5 (pengujian secara simultan).
Tabel 4.4
Hasil Uji Koefisien Korelasi (secara parsial)
Variabel
Kualitas Informasi
Kemampuan Individual
Norma Subyektif
Tuntutan Studi
Kemudahan Akses
Minat Mahasiswa
Kualitas Informasi
1
0.096
0.023
0.024
-0.048
-0.223
Kemampuan Individual
0.096
1
0.430
0.399
0.280
0.231
Norma Subyektif
0.023
0.430
1
0.388
0.197
0.368
Tuntutan Studi
0.024
0.399
0.388
1
0.439
0.457
Kemudahan Akses
-0.048
0.280
0.197
0.439
1
0.187
Minat Mahasiswa
-0.223
0.231
0.368
0.457
0.187
1
Sumber : Lampiran5, 2014
Menurut tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa:
§  Korelasi antata variabel kualitas informasi (X1) dengan minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar -0,223 artinya terdapat hubungan yang lemah dan negatif variabel kualitas informasi (X1) terhadap variabel minat mahasiswa (Y).
§  Korelasi antara variabel kemampuan individual (X2) dengan minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,231 artinya terdapat hubungan yang lemah dan positif variabel kemampuan individual (X2) terhadap variabel minat mahasiswa (Y).
§  Korelasi antara variabelnorma subyektif (X3) dengan minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,368 artinya terdapat hubungan yang lemah dan positif variabel norma subyektif (X3) terhadap variabel minat mahasiswa (Y).
§  Korelasi antara variabel tuntutan studi (X4) dengan minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,457 artinya terdapat hubungan yang lemah dan positif variabel tuntutan studi (X4) terhadap variabel minat mahasiswa (Y).
§  Korelasi antara variabel kemudahan akses (X5) dengan variabel minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,187 artinya tedapat hubungan yang lemah dan positif variabel kemudahan akses (X5) terhadap variabel minat mahasiswa (Y).
Tabel 4.5
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.557a
.310
.278
2.16475
a. Predictors: (Constant), KATOTAL, KINTOTAL, NSTOTAL, KINDTOTAL, TSTOTAL
Sumber : Lampiran 6, 2014
Koefisien korelasi secara simultan dapat dilihat pada tabel 4.5. nilai R pada tabel 4.5 menunjukkan besarnya koefisien korelasi secara simultan yakni  sebesar 0,557 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat dan positif variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses (variabel X) terhadap variabel minat mahasiswa (variabel Y).
4.3 Koefisien Determinasi
   Koefisien determinasi adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana variabel terikat (Y) dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X). Jika besarnya nilai pada variabel (X) berubah, maka akan membuat nilai  (Y)  juga  naik turun (bervariasi). Namun nilaiYbervariasi tidak semata-mata disebabakan nilai X saja, karenamasih banyak faktor lain yang menyebabkannya.
            Sehingga dalam penelitian ini, variabel terikat Y yakni minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X) yakni kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses. Hasil uji determinasi dapat dilihat pada tabel 4.5
 Didalam tabel 4.5 terdapat nilai R square ( R2) sebesar 0,278artinya variabel kualitas informasi,kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses dapat menerangkan valiabilitas sebesar 27,8% dari minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Maksudnya besarnya prosentase yang diberikan variabel X terhadap naik turunnya variabel Y sebesar 27,8% sedangkan sisanya sebesar 72,2% disebabkan oleh faktor-faktor lain.
4.4. Persamaan Garis Regresi
Persamaan garis regresi adalah suatu persamaan garis yang dibuat berdasarkan rumus matematik yang menunjukan hubungan sebab akibat antara dua variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).
Variabel X merupakan variabel sebab atau variabel independent.
Variabel Y merupakan variabel akibat atau variabel dependent.
Dalam penelitian ini, untuk mendapatkan persamaan garis regresi tersebut, dapat dicari dengan rumus berikut:
Y’=a+b1x1+b2x2+b3x3+b4x4+b5x5+ERROR
 



Keterangan :
Y’ : Persamaan garis regresi
a : Konstanta
b1 :Lereng garis / slope pada variabel kualitas informasi
b2 : Lereng garis / slope pada variabel kemampuan individual
b3 : Lereng garis / slope pada variabel norma subyektif
b4 : Lereng garis / slope pada variabel tuntutan studi
b5 : Lereng gaaris / slope pada variabel kemudahan akses
X1 : Variabel kualitas informasi
X2 : Variabel kemampuan individual
X3 : Variabel norma subyektif
X4 : Variabel tuntutan studi
X5 : Variabel kemudahan akses
            Sedangkan untuk menghitung koevision induk a, b1, b2, b3, b4 dan b5 dapat dilakukan dengan melakukan regression linear pada SPSS 16 yaitu uji Coefficients Model – Understandardized coefficients (B)yang dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut







Tabel 4.6
Hasil Olahan Data Regresi
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
10.564
2.354

4.488
.000
KINTOTAL
-.123
.041
-.242
-3.013
.003
KINDTOTAL
.007
.045
.015
.158
.875
NSTOTAL
.148
.060
.225
2.460
.015
TSTOTAL
.220
.055
.389
4.035
.000
KATOTAL
-.036
.073
-.044
-.493
.623
a. Dependent Variable: MMTOTAL



Sumber : Lampiran 6, 2014

Berdasarkan tabel 4.6, persamaan garis regresinya adalah
Y = 10,564 – 0,123X1 + 0,148X3 + 0,220X4 + 2,16475
Hasil perhitungan yang telah dilakukan menghasilkan suatu persamaan menunjukkan besarnya nilai X merupakan regresi yang diestimasikan sebagai berikut :
a. Nilai konstanta (a) sebesar 10,564 ( positif ) menunjukkan bahwa mahasiswa akan tetap menggunakan internet sebagai sumber pustaka meskipun kualitas informasinya jelek, kemampuan individual terbatas, norma subyektif tidak mendukung, tuntutan studi kurang, dan akses kejaringan internet sulit. Namun minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka tidak akan sebesar ketika kelima faktor tersebut berperan.
b. b1 (koefisien regresi X1) sebesar - 0,123 artinya semakin baik kualitas informasi kurang mempengaruhi tingkat minat mahasiswa menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
c. Kemampuan individual tidak mempengaruhi minat mahasiswa dalam meggunakan internet sebagai sumber pustaka.
d.b3 (Koefisien regresi X3) sebesar 0,148 artinya semakin tinggi norma subyektif atau motivasi yang diberikan oleh orang – orang sekitarnya maka akan meningkatkan minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. 
e.b4 (Koefisien regresi X4) sebesar 0,220 artinya semakin tinggi tuntutan studi dalam pembelajaran untuk menggunakan internet sebagai sumber pustaka maka akan meningkatkan minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
f. Kemudahan akses tidak mempengaruhi minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Jadi secara keseluruhan, persamaan garis regresi tersebut mengandung arti bahwa  kualitas informasi berpengaruh negatif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, sedangkan norma subyektif, dan tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, kemampuan individual dan kemudahan akses tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.5.  Pengujian Hipotesis                                                                                     
Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan persamaan uji berganda uji parsial dan uji simultan dengan bantuan perangkat lunak program SPSS versi 16. Uji parsial digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel kualitas informasi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H1), kemampuan individual terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H2), norma subyektifterhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H3),tuntutan studi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ( H4 ), kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ( H5 ). Sementara uji simultan digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama antara variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ( H6 ).
4.5.1. Pengujian Pengaruh Kualitas Informasi terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka.
Pengaruh kualitas informasi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ( H1 ) diuji dengan regresi berganda uji parsial. Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.7.
Tabel 4.7
Hasil Pengujian
Pengaruh kualitas informasi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.

Variabel
Coeff
Sig.
Hasil
Kualitas Informasi
-          0, 123
0,003
Signifikan
Sumber : Data diolah, 2014
Berdasarkan tabel 4.7 dapat dilihat pengaruh kualitas informasi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka memiliki koefisien sebesar – 0,123 dan signifikan pada 0,003.Hal ini berarti bahwa H1 yang menyatakan kualitas informasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ditolak. Karena nilai signifikan variabel kualitas infomasi seperti tertera pada tabel 4.7 yakni sig. pada 0,003 < α = 0,050, namun koefisiennya bernilai negatif. Hal ini berarti kualitas informasi berpengaruh negatif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.5.2. Pengaruh Kemampuan Individual terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka.
Pengaruh kemampuan individual terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H2) diuji dengan regresi berganda uji parsial.Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.8.
Tabel 4.8
Hasil pengujian
Pengaruh kemampuan individual terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
Variabel
Coeff
Sig.
Hasil
Kemampuan individual
0,007
0,875
Tidak signifikan
Sumber : Data diolah, 2014
Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat pengaruh kemampuan individual terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka memiliki koefisien sebesar 0,007 dan signifikan pada 0,875.Hal ini berarti bahwa H2 yang menyatakan bahwa kemampuan individual berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ditolak. Karena nilai signifikan variabel kemampuan individual seperti tertera pada tabel 4.8 yakni sig. pada 0,875 > α = 0,050.Artinya kemampuan individual tidak memiliki pengaruh terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.5.3. Pengujian Norma Subyektif terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka.
Pengaruh norma subyektif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H3) diuji dengan regresi berganda uji parsial. Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.9.
Tabel 4.9.
Hasil Pengujian
Pengaruh norma subyektif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
Variabel
Coeff
Sig.
Hasil
Norma Subyektif
0,148
0,015
Signifikan
Sumber : Data diolah, 2014
Berdasarkan tabel 4.9 dapat dilihat pengaruh norma subyektif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka memiliki koefisien sebesar 0,148 dan signifikan pada 0,015. Hal ini berarti bahwa H3 yang menyatakan bahwa norma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka diterima. Karena nilai signifikan variabel norma subyektif tertera pada tabel 4.9 yakni sig. 0,015 < α = 0,050. Artinya norma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.5.4. Pengujian Tuntutan Studi terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka
Pengaruh tuntutan studi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H4) diuji dengan regresi berganda uji parsial.Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.10.

Tabel 4.10
Hasil pengujian
Pengaruh tuntutan studi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
Variabel
Coeff
Sig.
Hasil
Tuntutan studi
0,220
0,000
Signifikan
Sumber : Data diolah, 2014
Berdasarkan tabel 4.10 dapat dilihat pengaruh tuntutan studi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet memiliki koefisien sebesar 0,220 dan signifikan pada 0,000.Hal ini berarti bahwa H4 yang menyatakan bahwa tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka diterima. Karena nilai signifikan variabel tuntutan studi seperti tertera pada tabel 4.10 yakni sig. pada 0,000 < α = 0,050.Artinya tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.5.5. Pengujian Kemudahan Akses terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka
Pengaruh kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ( H5 ) diuji dengan regresi berganda uji parsial. Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.11.
Tabel 4.11
Hasil Pengujian
Pengaruh kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
Variabel              
Coeff
Sig.
Hasil
Kemudahan akses
-0,036
0,623
Tidak signifikan
Sumber : Data diolah, 2014
Berdasarkan tabel 4.11 dapat dilihat pengaruh kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka memiliki koefisien sebesar -0,036 dan signifikan pada 0,623.Hal ini berarti bahwa H5 yang menyatakan bahwa kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ditolak. Karena nilai signifikan variabel kemudahan akses seperti tertera pada tabel 4.11 yakni sig. pada 0,623 > α = 0,050.Artinya kemudahan akses tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebgai sumber pustaka.
4.5.6. Pengujian Pengaruh Kualitas Informasi, Kemampuan Individual, Norma Subyektif, Tuntutan Studi dan Kemudahan Akses terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebgai Sumber Pustaka
            Pengujian pengaruh kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H6) diuji dengan regresi berganda uji simultan. Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.12.
Tabel 4.12
Hasil Pengujian
Pengaruh kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
Model
Sum of Squares
Df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
229.174
5
45.835
9.781
.000a
Residual
510.791
109
4.686


Total
739.965
114



Sumber : Data Diolah 2014
Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat pengaruh kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka memiliki nilai f sebesar 9,781 dan nilai signifikan 0,000, hal ini berarti bahwa H6 yang menyatakan bahwa kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka diterima. karena nilai signifikan variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka seperti yang tertera pada tabel 4.12  yakni sig. pada 0,000 < α = 0,05. artinya kelima variabel bebas yakni kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.6. Pembahasan                                                      
Berdasarkan pengujian data empiris menggunakan SPSS 16 pada tabel  4.13 akan ditampilkan ringkasan hasil akhir dari pengujian hipotesis yang menjelaskan bahwa hipotesis ( H1, H2, H3, H4, H5, H6 ) diterima atau ditolak.
Tabel 4.13
Ringkasan hasil pengujian hipotesis
No
Hipotesis
Hasil Akhir
H1
Kualitas informasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
Ditolak
H2
Kemampuan individual berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internetsebagai sumber pustaka
Ditolak
H3
Norma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
Diterima
H4
Tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
Diterima
H5
Kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
Ditolak
H6
Kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
Diterima
Sumber : Data Diolah 2014
4.6.1 Pengaruh Kualitas Informasi terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa kualitas informasi berpengaruh negatif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Ini menunjukkan bahwa kualitas informasi memberikan kontribusi  yang kurang terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Artinya semakin baik informasi yang diperoleh melalui internet kurang mendorong minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.Karena mahasiswa dalam menggunakan internetsebagai sumber pustaka hanya sebatas tuntutan studi, sehingga mereka tidak mementingkan kualitas informasi yang dihasilkan melalui internet.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 yang menyatakan bahwa kualitas informasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka adalah ditolak.
4.6.2 Pengaruh Kemampuan Individual terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa kemampuan individual tidak berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, ini menunjukkan bahwa kemampuan individual tidak memberikan kontribusi yang cukup kuat terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Artinya semakin baik kemampuan seorang mahasiswa tidak akan berpengaruh pada minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Begitupun sebaliknya semakin kurang kemampuan seorang mahasiswa juga tidak akan berpengaruh pada minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 yang menyatakan bahwa kemampuan individual berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka adalah ditolak.
4.6.3 Pengaruh Norma Subyektif terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Interner sebagai Sumber Pustaka
Tabel 4.13 menunjukkan bahwanorma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, ini menunjukkan bahwa norma subyektif memberikan kontribusi yang cukup kuat terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Artinya bahwa sudut pandang atau motivasi orang-orang yang berada dilingkungan sekitar seorang mahasiswa juga akanberpengaruh terhadap sudut pandang mahasiswa tersebut. Begitupun sebaliknya semakin kurang motivasi dari orang-orang yang berada dilingkungan mahasiswa maka akan menurunkan minat seorang mahasiswa untuk menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 yang menyatakan bahwa norma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka adalah diterima.
4.6.4 Pengaruh Tuntutan Studi terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, ini menunjukkan bahwa tuntutan studi memberikan kontribusi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.Artinya bahwa mahasiswa dapat mengakses informasi dan ilmu pengetahuan sesuai dengan mata kuliah.Sehingga pemanfaatan internet akan membantu mempermudah penyelesaian tugas-tugas perkuliahan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 yang menyatakan bahwa tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka adalah diterima.
4.6.5 Pengaruh Kemudahan Akses terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa kemudahan akses tidak berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, ini menunjukkan bahwa kemudahan akses tidak memberikan kontribusi yang cukup kuat terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.Artinya bahwa semakin mudah internet diakses tidak mempengaruhi tingkat minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.Begitupun sebaliknya semakin sulit internet diakses juga tidak mempengaruhi minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Sehingga dapat disimpulkan behwa H5 yang menyatakan bahwa kemudahan akses berpenggaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka adalah ditolak.
4.6.6 Pengaruh Kualitas Informasi, Kemampuan Individual, Norma Subyektif, Tuntutan Studi dan Kemudahan Akses terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka.
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa  kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, ini menunjukkan bahwa  kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses memberikan kontribusi yang baik terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Artinya semakin bagus kualitas informasi yang diperoleh melalui internet, semakin baik kemampuan individu, semakin tinggi norma subyektif atau tinggi motivasi dari orang-orang sekitar, semakin tinggi tuntutan studi yang diberikan dan semakin mudah internet diakses akan meningkatkan minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H6 yang menyatakan kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka adalah diterima.



BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka sebagai kesimpulan dan hasil penelitian diperoleh sebagai berikut :
1.      Dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa variabel kualitas informasi berpengaruh negatif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
2.      Dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa variabel kemampuan individual tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
3.      Dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa variabel norma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.      Dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa variabel tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
5.      Dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa variabel kemudahan akses tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
6.      Dari hasil pengujian secara simultan diketahui bahwa variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
7.      Koefisien korelasi menunjukkan keeratan hubungan antara variabel kualitas informasi (X1), kemampuan individual (X2), norma subyektif (X3), tuntutan studi (X4), dan kemudahan akses (X5) baik secara parsial maupun secara simultan terhadap minat mahasiswa (Y) dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Koefisien korelasi secara parsial : korelasi antara variabel kualitas informasi (X1) dengan minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar -0,223 artinya terdapat hubungan yang lemah dan negatif variabel kualitas informasi (X1) terhadap variabel minat mahasiswa (Y). Korelasi antara variabel kemampuan individual (X2) dengan minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,231 artinya terdapat hubungan yang lemah dan positif variabel kemampuan individual (X2) terhadap variabel minat mahasiswa (Y). Korelasi antara variabelnorma subyektif (X3) dengan minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,368 artinya terdapat hubungan yang lemah dan positif variabel norma subyektif (X3) terhadap variabel minat mahasiswa (Y). Korelasi antara variabel tuntutan studi (X4) dengan minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,457 artinya terdapat hubungan yang lemah dan positif variabel tuntutan studi (X4) terhadap variabel minat mahasiswa (Y).Korelasi antara variabel kemudahan akses (X5) dengan variabel minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,187 artinya terdapat hubungan yang lemah dan positif variabel kemudahan akses (X5) terhadap variabel minat mahasiswa (Y).
Koefisien korelasi secara simultan :koefisien korelasi dilihat pada data nilai R yang menunjukkan besarnya koefisien korelasi secara simultan yakni  sebesar 0,557 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat dan positif variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses ( variabel X) terhadap variabel minat mahasiswa ( variabel Y).
8.      Koefisien determinasi (R2) menunjukkansejauh mana variabel terikat (Y) yakni minat mahasiswa dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X) yakni kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses. Koefisien determinasi yakni nilai adjusted R squaresebesar 0,278 artinya variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses dapat menerangkan valiabilitas sebesar 27,8% dari minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Maksudnya besarnya presentase yang diberikan variabel X terhadap naik turunnya variabel Y sebesar 27,8% sedangkan sisanya sebesar 72,2% disebabkan oleh faktor-faktor lain.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Peneliti menyadari bahwa penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain:
1. Sampel penelitian hanya menggunakan mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Sains Al Quran Jawa Tengah di Wonosobo, sehingga penelitian ini sangat sulit untuk digeneralisasikanuntuk semua mahasiswa di Indonesia.
2. Masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi minat mahasiswa dalammenggunakan internet sebagai sumber pustaka. Hal ini ditunjukkan dari nilai Rsquare penelitian yang relatif kecil yaitu sebesar 0,278 yang artinya minat mahasiswa dalammenggunakan internet sebagai sumber pustaka 27,8% dipengaruhi oleh variabeldalam penelitian ini, sedangkan sisanya yaitu 72,2% dipengaruhi faktor-faktor lain selain variabel penelitian.
3. Penelitian ini menggunakan metode survai melalui kuesioner. Sehingga kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan data yang dikumpulkan menggunakan instrumen tertulis.
5.3 Saran
Dari keterbatasan tersebut maka peneliti ingin memberikan beberapa saranyang bersifat membangun untuk penelitian selanjutnya dengan tema penelitian yang sama. Adapun saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut:
1. Untuk penelitian berikutnya, sebaiknya dapat mempertimbangkan mengenairesponden penelitian agar dapat divariasikan untuk semua universitas di Indonesia, agar bisa melihat hasil yang lebih merata mengenai faktor-faktoryang mempengaruhi minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
2. Penelitian yang akan datang bisa dikembangkan dengan menambahkan beberapavariabel independentatau melakukan penggantian model kerangka pemikiran supaya diperoleh hasil yang lebih baik dari penelitian ini.
3. Sebaiknya pada saat responden mengisi kuesioner disertai dengan sedikitwawancara untuk dapat memilih responden yang mempunyai pengalaman yang lebih memadai dan tidak terjadi respon yang bias.






















Daftar Pustaka
1.      Crow & Crow.1994. Pengertian Minat. www.bpkpenabur.or.id/jurnal
2.      Femilia Zahra.2009. Pengaruh Kualitas Informasi, Kemampuan Individual, dan Norma Subyektif terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka. Palembang : Simposium Nasional Akuntansi XII.
3.      Hurlock. 1993. Pengertian Minat. www.bpkpenabur.or.id/jurnal
4.      Terms.2001. Pengertian Internet. www.bpkpenabur.or.id/jurnal
5.      http//id.wikipedia.org/wiki/kualitas_informasi
6.      http//akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/25/kemampuan individual
7.      http//carapedia.com/pengertian_definisi_norma_info2015.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar