BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Kemampuan untuk mengelola informasi secara efektif didalam
sebuah organisasi sangat penting karena dapat menjadi dasar untuk memperoleh
keunggulan kompetitif. Karena itu banyak perusahaan yang mulai mengembangkan
dan memberikan perhatian khusus pada teknologi informasi sebagai sumber yang
memfasilitasi pengumpulan dan penggunaan informasi secara efektif. Salah satu
perkembangan teknologi komputer antara lain teknologi jaringan komputer dan
internet.
Salah satu syarat untuk mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat mengalami
perkembangan antara lain selalu mengakses informasi yang upto date dan
semua itu dapat dilakukan melalui internet. Karena dengan media internet dapat
memenuhi kemudahan mahasiswa untuk mengakses informasi yang dibutuhkan.
Internet yang merupakan salah satu produk teknologi
informasi telah menjadi perhatian dan pilihan bagi mahasiswa, karena memberikan
kemungkinan positif dalam mengakses informasi yang dibutuhkan
sebagai bahan usaha. Internetyang menjanjikan akses, bisa memberikan kenyamanan
dalam penelusuran referensi bagi mahasiswa.Meskipun sebenarnya menjadi
keharusan, sebagai generasi intelektual dalam perguruan tinggi para mahasiswa
juga memiliki buku sebagai sumber pustaka dan kajian literatur dalam mengerjakan
tugas-tugas kuliah.
Namun demikian, masih banyak mahasiswa yang masih
enggan untuk menggunakan internet dalam melakukan tugas mereka.Salah satu
kemungkinan yang menyebabkan keengganan adalah masalah kualitas informasi yang
didapatkannya melalui media internetyang mungkin saja kurang relevan dengan
informasi yang dibutuhkannya.Mahasiswa harusbisa membedakan mana informasi yang
dapat dipercaya dan mana yang tidak.
Kemampuan individual setiap mahasiswa berbeda
sehinggacara mereka dalam mengoperasikan internet untuk mendapatkan informasi
yangdibutuhkannya juga berbeda. Oleh karena itu ada beberapa mahasiswa dengankemampuannya
dalam menggunakan internet diatas rata-rata, lebih tahu bagaimanamemanfaatkan
sarana internet untuk meningkatkan kinerja pekerjaannya dan tentu saja lebih
memiliki niat untuk menggunakan internet.Sedangkan untuk mahasiswa yang
kurangmemiliki kemampuan tersebut cenderung memiliki niat yang lebih kecil
untuk menggunakan internet karena dianggap terlalu rumit dan memerlukan usaha
yang lebih keras.
Masalah lainnya adalah mengenai norma subyektif, yang
dalam hal ini berperan sebagai pendorong ataumotivator mahasiswa dalam
menggunakan internet. Mahasiswa akan memiliki niat untuk menggunakan internet
jika dia merasa bahwa orang terdekatnya akan menganggap bahwa dia akan lebih
berkinerja jika menggunakan internet. Faktor ini bisa berasal dari teman dekat,
saran dosen atau rekan kerjanya.
1.2.Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang
diatas maka permasalahan penelitian yang akan dirumuskan sebagai berikut :
1.
Apakah
kualitas informasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka?
2.
Apakah
kemampuan individual berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka ?
3.
Apakah
norma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka?
4.
Apakah
tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka?
5.
Apakah
kemudahan akses internet berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka ?
6.
Apakah
kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan
kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka ?
1.3.Tujuan
Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
1. Untuk menguji pengaruh kualitas informasi terhadap minat mahasiswa
dalammenggunakan internet sebagai sumber pustaka.
2. Untuk menguji pengaruh kemampuan
individualterhadap minat mahasiswa dalam menggunakaninternet sebagai
sumber pustaka.
3.Untuk menguji pegaruh norma subyektif terhadap minatmahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4. Untuk menguji pengaruh tuntutan studi terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
5.Untuk menguji pengaruh kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
6. Untuk menguji pengaruh kualitas informasi, kemampuan individual,
norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
1.4.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi praktis bagi organisasi pendidikan khususnya perguruan tinggi, yang
menerapkan internet sebagai salah satu sumber pustaka bagi mahasiswanya. Agar
para akademi dapat memahami sebab-sebab
yang mempengaruhi para mahasiswa lebih berminat dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka dalam studinya.Serta untuk mengetahui pentingnya
internet dalam mendukung kegiatan perkuliahan.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
2.1.1.Kualitas Informasi
Menurut Liu dan Arnett
(2000) kualitas informasi adalah tingkat relevan (relevant), ketepatan waktu (timely), aman dan disajikan dengan
rancangan informasi yang baik dalam sebuah website
(Liu dan Arnett 2000).
Kualitas informasi
(information quality) adalah sejauh mana informasi secara konsisten dapat
memenuhi persyaratan dan harapan semua orang yang membutuhkan informasi
tersebut untuk melakukan proses
mereka. Konsep ini dikaitkan dengan konsep produk informasi yang menggunakan
data sebagai masukan dan
informasi didefinisikan sebagai data yang telah diolah sehingga memberikan
makna bagi penerima informasi.Kualitas informasi bersifat multidimensi dan
berbagai variasi karakteristik pengukur telah diusulkan oleh beberapa penulis.
Secara umum, dimensi kualitas informasi dapat dikelompokkan kedalam empat
kategori: (1) intrinsik, (2) kontekstual, (3) representasi, dan (4) aksesibilitas
atau keteraksesan.(Wikipedia bahasa
indonesia,ensiklopedia bebas)
2.1.2.Kemampuan Individual
Kemampuan individual didefinisikan oleh Ajzen (1985) sebagai persepsi
individual terhadap kemudahan atau kesulitan dalam melakukan perilaku atau
keyakinan terhadap kemampuan sendiri untuk melakukannya. Individu akan
cenderung lebih puas dengan perilaku yang mereka rasa mampu untuk melakukannya
dan cenderung tidak menyukainya untuk perilaku yang mereka tidak bisa
menguasainya ( Bandara 1986, 1997, dikutip oleh Hartono 2007 ).
kemampuan
individu dapat dibagi kedalam dua bagian yaitu kemampuan nyata (actual
ability) dan kemampuan potensial (potential ability). Kemampuan
nyata (actual ability) yaitu kemampuan yang diperoleh melalui belajar (achivement
atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang.Misalkan,
setelah selesai mengikuti proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas),
pada akhir perkuliahan mahasiswa diuji oleh dosen tentang materi yang
disampaikannya (tes formatif). Ketika mahasiswa mampu menjawab dengan baik
tentang pertanyaan dosen, maka kemampuan tersebut merupakan kemampuan
nyata (achievement).Sedangkan kemampuan
potensial merupakan aspek kemampuan
yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh dari faktor keturunan (herediter).
(Ahmad Sudrajat 2008 ).
2.1.3.Norma Subyektif
Sebuah norma
adalah sebuah aturan, patokan atau ukuran, yaitu sesuatu yang bersifat pasti
dan tidak berubah. Dengan adanya norma kita dapat memperbandingkan sesuatu hal
lain yang hakikatnya, ukurannya, serta kualitasnya kita ragukan. Norma berguna
untuk menilai baik-buruknya tindakan masyarakat sehari-hari. Sebuah norma bisa
bersifat obyektif dan bisa pula bersifat subyektif. Bila norma obyektif
adalah norma yang dapat diterapkan secara langsung apa adanya, maka norma subyektif
adalah norma yang bersifat moral dan tidak dapat memberikan ukuran atau patokan yang
memadai.
Norma subyektif
adalah sebuah keyakinan mengenai perilaku yang bersifat normatif (yang
diharapkan orang lain) dan motivasi untuk bertindak sesuai dengan harapan
normatif yang membentuk sebuah keyakinan dalam diri seorang individu.
2.1.4.Tuntutan Studi
Sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan
oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan
belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi
pembelajaran. (Wahyu, 2006)
Bagi para pengajar, internet bermanfaat dalam mengembangkan profesinya,
karena dengan internet dapat : (a) meningkatkan pengetahuan, (b) berbagi sumber
diantara rekan sejawat, (c) bekerjasama dengan pengajar di luar negeri, (d)
kesempatan mempublikasikan informasi secara langsung, (e) mengatur komunikasi
secara teratur, dan (f) berpartisipasi dalam forum-forum lokal maupun
internasional. Di samping itu para pengajar juga dapat memanfaatkan internet
sebagai sumber bahan mengajar dengan mengakses rencana pembelajaran dengan
metodologi baru, mengakses materi kuliah yang cocok untuk mahasiswanya, serta
dapat menyampaikan ide-idenya.
Sementara itu mahasiswa juga dapat menggunakan internet untuk belajar
sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan memperluas pengetahuan,
belajar berinteraksi dan mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian
(Philip Rechdalle, 2005).
2.1.5.Kemudahan Akses
Kemudahan,
menurut Davis dkk.dalam Kwon dan Chidambaran (2002) mengarah pada tingkat
keyakinan individu bahwa pemakaian suatu sistem tidak banyak memerlukan usaha.
Akses
internet adalah penggunaan teknologi untuk mengakses Web.
Dalam penelitian ini,
teknologi lebih mengarah pada sistem komputer.
2.1.6. Minat Mahasisiwa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber
Pustaka
Minat
mahasiswa menurut Hurlock (1993) adalah sumber motivasi yang mendorong seorang
mahasiswa untuk melakukan apa yang ingin dilakukan ketika memiliki kebebasan
untuk memilih.
Minat
mahasiswa menurut Crow & Crow (1994) adalah suatu barang atau kegiatan atau
sesuatu yang lain yang dapat memberikan pengaruh terhadap pengalaman yang telah
disebabkan oleh kegiatan itu sendiri.
Menggunakan
media internet dalam pendidikan sebagai hakikat e-learning (Cambell dan keluarga, 2002).Istilah “e” atau singkatan
dari elektronik dalam e-learning
digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung
usaha-usaha pengajaran lewat teknologi internet (Onno W. Purbo, 2002).
Definisi
yang lebih luas bahwa e-learning
adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung
belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer maupun komputer stand alone(Terms, 2001).
2.2. Kerangka Pemikiran
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel kualitas informasi, kemampuan
individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses terhadap minat
mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Gambar 2.1.
Model Penelitian
H1
|
Kualitas
Informasi (X1)
|
|
Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka (Y)
|
|
H6
|
|
Kemampuan
Individual (X2)
|
H3
|
Norma
Subyektif (X3)
|
H4
|
Tuntutan
Studi (X4)
|
H5
|
Kemudahan Akses (X5)
|
Sumber : Data Primer
diolah,2014
Dalam
penggunaan internet sebagai sumber pustaka untuk menunjang kegiatan studinya
mahasiswa sering melupakan kualitas informasi yang mereka peroleh.Sehingga,
para mahasiswa yang bertindak sebagai pengguna internet harus dapat memilih dan
memilah mana informasi yang relevan dan dapat dipercaya serta mana yang tidak.
Kualitas informasi yang didapatkan dari internet bisa saja berbeda-beda antara
mahasiswa yang satu dengan yang lain. Perbedaan kualitas informasi yang
diperoleh para mahasiswa tersebut akan menyebabkan perbedaan pada kualitas data
yang diperlukan oleh mahasiswa. Sulitnya memperoleh data dengan kualitas
terbaik seperti yang mereka butuhkanakan berdampak pada berkurangnya minat
mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Akan tetapi
apabila mereka dapat dengan mudah menemukan data yang berkualitas baik seperti
yang mereka butuhkan, hal itu tentu akan semakin mendorong minat mereka untuk
menggunakan media internet sebagai salah satu sumber pustaka dalam kegiatan
perkuliahan mereka.
Perbedaan
yang terjadi pada kemampuan individual mahasiswa dalam mengoperasikan komputer
dan menggunakan internet juga memiliki peran dan pengaruh dalam minat mereka
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.Pada beberapa mahasiswa
dengan kemampuan dalam menggunakan internet diatas rata-rata serta lebih
mengetahui bagaimana memanfaatkan sarana internet untuk meningkatkan kinerja
pekerjaannya, tentu saja lebih memiliki minat untuk menggunakan
internet.Sedangkan untuk mahasiswa yang kurang mahir, cenderung memiliki minat
yang lebih kecil untuk menggunakan internet. (Femilia, 2009)
Minat
mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka juga dipengaruhi oleh
pengalaman dari rekan-rekannya ataupun keluarganya dalam menggunakan internet.
Tuntutan
dalam kegiatan studi yang didukung dengan kemudahan pemanfaatan jaringan
internet akan mempengaruhi minat mahasiswa untuk menggunakan media internet
sebagai sumber pustaka dalam kegiatan studinya.
Akses
jaringan internet yang lamban atau sulit akan menurunkan minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Namun apabila akses jaringan
internet yang cepat dan mudah, tentu saja hal ini secara positif akan mendorong
minat mahasiswa untuk menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
2.3. Hipotesis Penelitian
Hipotesis
pada dasarnya merupakan proposi atau anggapan yang mungkin benar dan sering
digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan atau pemecahan persoalan ataupun
untuk dasar penelitian lebih lanjut. Dalam hal ini hipotesis diperlukan untuk
membuat suatu dugaan pada obyek penelitian yang akan diteliti lebih lanjut
kebenarannya(J.Suprapto,1994).
Dalam penelitian ini
hipotesisnya adalah :
H 1 : Kualitas informasi
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka.
H 2 : Kemampuan individual
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan intenet sebagai sumber pustaka.
H 3 :Norma subyektif berpengaruh
positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka.
H 4 : Tuntutan studi
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka.
H 5 : Kemudahan akses
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka.
H 6 : Kualitas informasi,
kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah penelitian survai yaitu penelitian yang dilakukan dalam populasi besar
maupun kecil.
3.2. Lokasi
Penelitian
Lokasi penelitian Fakultas Ekonomi Universitas Sains
Al Quran Jawa Tengah di Wonosobo.
3.3. Obyek
Penelitian
Obyek penelitian adalah mahasiswa-
mahasiswi semester 1, 3, 5, dan 7 Fakultas Ekonomi.
3.4. Variabel
Penelitian
Variabel yang digunakan dalam
penelitian ini meliputi 6 (enam) variabel yang terdiri dari lima variabel bebas
(independent) dan satu variabel terikat (dependent).
1) Variabel
Bebas
I.
Kualitas Informasi (X1)
II.
Kemampuan Individual
(X2)
III.
Norma Subyektif (X3)
IV.
Tuntutan Studi (X4)
V.
Kemudahan Akses (X5)
2) Variabel
terikat dalam penelitian ini minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka merupakan variabel tetap (Y).
3.5. Sumber Dan
Jenis Data
Untuk
memperoleh data yang diperlukan dalam membahas masalah yang dikemukakan, data
yang digunakan yaitu :
1. Data
Primer
Yaitu
data yang diperoleh dari sumbernya, diamati dan dicatat berhubungan langsung
dengan obyek penelitian ini. Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan kuesioner
sebagai alat untuk memperoleh data primer.
2. Data
Sekunder
Yaitu
data yang diperoleh dari sumber – sumber lain yaitu buku–buku atau literature-literature
serta yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.
3.6.Populasi dan Sampel
3.6.1.
Populasi
Populasi
adalah sekumpulan obyek, orang atau keadaan yang paling tidak memiliki satu
karakteristik umum yang sama (Furqon, 1997). populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh mahasiswa semester 1, 3, 5 dan 7 Fakultas Ekonomi Universitas
Sains Al Quran Jawa Tengah di Wonosobo. Berdasarkan data akademik pada FE UNSIQ menunjukkan jumlah seluruh mahasiswa Fakultas
Ekonomi pada semester 1, 3, 5, dan 7 adalah 761.
3.6.2. Sampel
Dalam hal ini, teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah sample random sampling atau
sampel acak sederhana. Sample acak sederhana adalah sebuah sampel sederhana
yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau suatu elementer
dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel
(Singarimbun Effendi, 1989). Untuk
mendapatkan sampel yang dapat menggambarkan populasi, maka perhitungan jumlah
sampel yang akan digunakan adalah rumus
Slovin sebagai berikut:
n
= N
1+Ne2
Dimana:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena
kesalahan pengambilan
sampel yang masih dapat ditolerir.
Dari Jumlah populasi tersebut termasuk populasi besar
(761) sehingga tingkat
kelonggaran ketidaktelitian (e) sebesar 5% dengan menggunakan rumus diatas diperoleh
sampel sebesar :
n = 761 / 1+761(0.05)2 = 262,19
Dalam penelitian ini jumlah sampel yang akan diteliti
sebanyak 262 responden.
3.7.Metode Pengumpulan Data
dan Metode Analisis
a. Metode Pengumpulan Data
Untuk menjawab masalah dan menjawab
hipotesis yang diajukan dalam penelitian, diperlukan data yang valid.Ada dua
data yang dilakukan dalam penelitian yakni :
1)
Kuesioner dan angket
Adalah
pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan kepada responden untuk
diisi, kemudian jawaban yang diisi oleh responden tersebut diberi skor dengan
menggunakan skala likert dengan penilaian 5,4,3,2 dan 1.
|
Jawaban
|
Skor
|
|
STS
|
1
|
|
TS
|
2
|
|
N
|
3
|
|
S
|
4
|
|
SS
|
5
|
2) Observasi
Yaitu
dengan melakukan pengamatan langsung kelokasi penelitian.
b.
Metode
Analisis
Metode
analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.) Analisis
kualitatif
Analisis
kualitatif merupakan interpretasi dari data yang didapat dalam penelitian
serta hasil pengolahan data yang
dilakukan.
2.) Analisis
Kuantitatif
Yaitu
analisis data yang menggunakan angka-angka yang telah diproses melalui pengolahan dan perhitungan dari hasil
mengumpulkan data kuesioner.
Analisis ini melalui
kegiatan:
a.) Tabulasi
Yaitu proses
perhitungan frekuensi dan penyajian data dalam tabel-tabel untuk analisis lebih
lanjut.
b.) Skala
Pengukuran
Yaitu dengan menentukan
skor dimana memberikan penelitian atas jawaban responden.
3.8.Teknik Analisis
Data
3.8.1 Uji Kualitas Data
Kualitas
data yang dihasilkan dari penggunaan instrument penelitian data dievaluasi
melalui uji reliabilitas dan uji validitas.Uji tersebut masing-masing untuk
mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari penggunaan
instrument kuesioner (Huck dan Cormier,1996).
· Uji Validitas
Uji
validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.
Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu
mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas
yang digunakan adalah dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing
butir pertanyaan dengan masing-masing skor setiap konstruknya (Ghozali,2006).
· Uji Reliabilitas
Suatu
kuesioner dikatakan reilabel atau handal jika jawaban seseorang adalah
konsisten dari waktu kewaktu.Uji Reliabilitas ini menggunakan konsistensi
internal yaitu teknik cronbach alpha (α).Apabila
cronbach alpha dari hasil pengujian
> 0,600 maka dapat dikatakan bahwa variabel ini reliabel.
3.8.2 Koefisien Korelasi
Koefisian
korelasi merupakan suatu ukuran yang menunjukkan arah dan kekuatan (kuat
lemahnya) hubungan antara variabel bebas atau variabel independent (X) dengan
varibel terikat atau variabel dependent (Y) arah dan kekuatan (kuat lemahnya)
hubungan antara variabel bebas atau variabel independent (X) dengan variabel
terikat atau variabel dependent (Y) baik secara persial maupun simultan. Dalam
penelitian ini,hubungan antara kualitas informasi (X1), kemampuan individual
(X2), norma subyektif (X3), tuntutan studi (X4) dan kemudahan akses (X5) baik
secara parsial maupun secara simultan terhadap
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (Y).
3.8.3 Koefisian
Determinasi
Koefisien
determinasi adalah suatu ukuran yang menunjukan sejauh mana variabel terikat
(Y) dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X). Jika besarnya nilai pada
variabel X berubah maka akan menyebabkan besarnya nilai pada variabel Y,artinya
naik turun X akan membuat nilai Y juga naik turun (bervariasi). Namun nilai Y
bervariasi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor X saja,karena masih banyak
faktor lain yang menyebabkan.
Sehingga dalam penelitian ini, variabel
terikat (Y) yakni minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X) yakni kualitas informasi,
kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses.
3.8.4 Persamaan Garis
Regresi
Persamaan garis regresi adalah suatu persamaan garis
yang dibuat berdasarkan rumus matematik yang menunjukan hubungan sebab akibat
antara dua variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).
Variabel
X merupakan variabel sebab atau variabel independent.
Variabel
Y merupakan variabel akibat atau variabel dependent.
Dalam
penelitian ini, untuk mendapatkan persamaan garis regresi tersebut, dapat
dicari dengan rumus berikut:
|
Y’=a+b1x1+b2x2+b3x3+b4x4+b5x5+ERROR
|
Keterangan
:
Y’
: Persamaan garis regresi
a
: Konstanta
b1
:Lereng garis / slope pada variabel kualitas informasi
b2
: Lereng garis / slope pada variabel kemampuan individual
b3
: Lereng garis / slope pada variabel norma subyektif
b4
: Lereng garis / slope pada variabel tuntutan studi
b5
: Lereng gaaris / slope pada variabel kemudahan akses
X1
: Variabel kualitas informasi
X2
: Variabel kemampuan individual
X3
:Variabel norma subyektif
X4
: Variabel tuntutan studi
X5
: Variabel kemudahan akses
Sedangkan untuk menghitung koevision
induk a, b1, b2, b3, b4 dan b5 dapat dilakukan dengan melakukan regression
linear pada SPSS 16 yaitu uji Coefficients
Model – Understandardized coefficients (B)
3.8.5. Uji Hipotesis
Untuk membuktikan
kebutuhan hipotesis yang menyatakan :
H 1 : Kualitas informasi
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka.
H 2 : Kemampuan individual
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan intenet sebagai
sumber pustaka.
H 3 : Norma subyektif
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka.
H 4 : Tuntutan studi
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka.
H 5 : Kemudahan akses
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka.
H 6 : Kualitas informasi,
kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka.
Dapat dilihat dari tingkat
signifikasinya yaitu:
Ha diterima, jika nilai
signifikan variabel < α = 0,05.
Ha ditolak, jika nilai
signifikan variabel > α = 0,05.
Apabila probalitasnya < 0,05 maka Ha diterima atau
koefisien regresi diterima, artinya terdapat pengaruh positif kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif,tuntutan studi,dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka, baik secara
parsial maupun
simultan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Responden di dalam penelitian ini terdiri dari para
mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sains Al Quran Jawa Tengah di Wonosobo.
Peneliti memilih responden secara acak serta menggunakan metode pengumpulan
data berupa survai dengan menyebarkan kuesioner yang telah berisi item-item
pertanyaan.Peneliti membutuhkan waktu kurang lebih selama 14 hari dalam proses
pengumpulan data tersebut. Kuesioner yang disebar dan telah terisi oleh
responden berjumlah 262 buah.Jumlah tersebut sesuai dengan hasil perhitungan
rumus Slovin dalam menentukan jumlah sampel dari populasi yang ada. Adapun
rincian jumlah sampel dan tingkat pengembalian tersaji didalam tabel 4.1:
Tabel 4.1
Data Sampel dan Tingkat
Pengembalian Kuesioner
|
Jumlah kuesioner yang disebar
|
262
|
|
Jumlah kuesioner yang
tidak kembali
|
121
|
|
Kuesioner yang kembali
|
141
|
|
Kuesioner yang digugurkan
|
26
|
|
Kuesioner yang digunakan
|
115
|
|
Tingkat pengembalian
|
54 %
|
|
Tingkat pengembalian yang digunakan
|
82 %
|
Sumber:
Data Primer diolah,2014
Peneliti menyebarkan kuesioner dengan menggunakan dua
cara yaitu melalui peneliti sendiri dan melalui bantuan rekan ataupun saudara.
Kedua cara ini memiliki tujuan akhiryang sama yakni kuesioner dapat diisi oleh
responden yang berbeda.Peneliti menggunakan 5 tahap pengujian yaitu uji kualitas
data, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, uji persamaan garis
regresi, dan uji hipotesis.
4.1. Uji Kualitas Data
Sebelum dilakukan pengolahan data,data yang
diperoleh melalui kuesioner perlu untuk diuji kebenaran dan
kehandalannya.Pengujian dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas.
4.1.1. Uji Validitas
Uji
validitas dimaksudkan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu
kuesioner.Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner
mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner
tersebut(Ghozali,2007).Uji validitas yang digunakan adalah dengan menghitung
korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator dengan total konstruk.Suatu
indikator dikatakan valid apabila korelasi antara masing-masing indikator
menunjukan hasil yang signifikan.
Berikut
ini akan disajikan hasil olahan data mengenai jawaban responden atas pengaruh
kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan
kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka, maka dapat disajikan uji validitas melalui tabel berikut ini.
Table 4.2
Hasil Uji Validitas
|
Variabel
|
Kisaran Korelasi
|
Signifikansi
|
Keterangan
|
|
Kualitas Informasi
|
0,332** - 0,580**
|
0,000
|
VALID
|
|
Kemampuan Individual
|
0,365** - 0,673**
|
0,000
|
VALID
|
|
Norma Subyektif
|
0,319** - 0,555**
|
0,000
|
VALID
|
|
Tuntutan Studi
|
0,428** - 0,657**
|
0,000
|
VALID
|
|
Kemudahan Akses
|
0,498** - 0,749**
|
0,000
|
VALID
|
|
Minat Mahasiswa dalam
Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka
|
0,489** -0,615**
|
0,000
|
VALID
|
Sumber :Lampiran
3, 2014
Variabel kualitas informasi mempunyai kisaran
korelasi antara 0,332 – 0,580 dan signifikan pada tingkat 0,000.Hal ini menunjukkan
bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang kualitas informasi yang mengukur kualitas
informasi dinyatakan valid. Variabel kemampuan individual mempunyai kisaran
korelasi antara 0,365 – 0,673 dan
signifikan pada tingkat 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan
tentang kemampuan individual yang mengukur kemampuan individual dinyatakan
valid. Variabel norma subyektif mempunyai kisaran korelasi antara 0,319 – 0,555
dan signifikan pada tingkat 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa
pertanyaan-pertanyaan tentang norma subyektif yang mengukur norma subyektif
dinyatakan valid. Variabel tuntutan studi mempunyai kisaran korelasi antara
0,428 – 0,657 dan signifikan pada tingkat 0,000.Hal ini menunjukkan bahwa
pertanyaan-pertanyaan tentang tuntutan studi yang mengukur tuntutan studi
dinyatakan valid.Variabel kemudahan akses mempunyai kisaran korelasi antara
0,498 – 0,749 dan signifikan pada tingkat 0,000.Hal ini menunjukkan bahwa
pertanyaan-pertanyaan tentang tuntutan studi yang mengukur tuntutan studi
dinyatakan valid.Variabel minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka mempunyai kisaran korelasi antara 0,489 – 0,615 dan signifikan
pada tingkat 0,000.Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tentang
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka yang mengukur
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka dinyatakan
valid.
Jadi secara keseluruhan uji validitas dalam
penelitian ini telah menunjukkan hasil yang memuaskan.Semua item pertanyaan
pada setiap variabel baik dependent maupun independent semua menunjukkan hasil
yang valid.
4.1.2. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan
indikator dari variabel.Suatu kuesioner dikatakan reliabel apabila jawaban
responden dari pertanyaan pada setiap variabel selalu konsisten dari waktu-kewaktu.
Formula statistik yang digunakan untuk mengukur reliabilitas adalah uji statistik cronbach alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha(α)> 0,600
(Nunnally,1967) yang dikutip Ghozali, Imam (2007). Hasil uji reliabilitas ini
ditunjukan pada tabel berikut:
Tabel 4.3
Hasil Uji Reliabilitas
|
Variabel
|
Cronbach alpha
|
Tanda
|
|
Keterangan
|
|
Kualitas informasi
|
0,723
|
>
|
0,60
|
Reliabel
|
|
Kemampuan individual
|
0,803
|
>
|
0,60
|
Reliabel
|
|
Norma subyektif
|
0,682
|
>
|
0,60
|
Reliabel
|
|
Tuntutan studi
|
0,833
|
>
|
0,60
|
Reliabel
|
|
Kemudahan akses
|
0,793
|
>
|
0,60
|
Reliabel
|
|
Minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka
|
0,691
|
>
|
0,60
|
Reliabel
|
Sumber :
Lampiran 4, 2014
Variabel kualitas informasi memiliki nilai cronbach alpa 0,723 nilai tersebut
diatas cronbach alpha 0,60 sebagai
batas atas, maka semua pertanyaan tentang kualitas informasi adalah reliabel.
Variabel kemampuan individual memiliki nilai cronbach alpha 0,803 nilai tersebut diatas cronbach alpha 0,60 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan
tentang kemampuan individual adalah reliabel. Variabel norma subyektif memiliki nilai cronbach alpha 0,682 nilai tersebut diatas cronbach alpha 0,60 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan
tentang norma subyektif adalah reliabel. Variabel tuntutan studi memiliki nilai
cronbach alpa 0,833 nilai tersebut
diatas cronbach alpha 0,60 sebagai
batas atas, maka semua pertanyaan tentang tuntutan studi adalah reliabel.
Variabel kemudahan akses memiliki nilai cronbach
alpha 0,793 nilai tersebut diatas cronbach
alpha 0,60 sebagai batas atas, maka semua pertanyaan tentang kemudahan
akses adalah reliabel. Variabel minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka memiliki nilai cronbach alpha 0,691 nilai tersebut
diatas cronbach alpha 0,60 sebagai
batas atas, maka semua pertanyaan tentang minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka adalah reliabel.
Secara keseluruhan uji reliabilitas yang dilakukan
dalam penelitian ini telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat
dari nilai cronbach alpha yang lebih besar dari nilai batas atas cronbach alpha 0,60. Sehingga seluruh
pertanyaan yang berkaitan dengan variabel kualitas informasi, kemampuan individual,
norma subyektif, tuntutan studi, kemudahan akses dan minat mahasiswa dalam
menggunakan internet adalah reliabel.
4.2
Koefisien
Korelasi
Koefisien korelasi merupakan suatu ukuran yang
menunjukkan arah dan kekuatan (kuat lemahnya) hubungan antara variabel bebas
atau variabel independent (X)
dengan variabel terikat atau variabel dependen (Y) yaitu hubungan antara
kualitas informasi (X1),kemampuan individual
(X2), norma subyektif (X3), tuntutan studi (X4), dan kemudahan akses (X5) baik
secara parsial
maupun simultan terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka.Hasil
uji koefisien korelasi ini dapat dilihat pada tabel 4.4 (pengujian secara parsial) dan tabel 4.5 (pengujian
secara simultan).
Tabel 4.4
Hasil Uji Koefisien Korelasi (secara parsial)
|
Variabel
|
Kualitas Informasi
|
Kemampuan Individual
|
Norma Subyektif
|
Tuntutan Studi
|
Kemudahan Akses
|
Minat Mahasiswa
|
|
Kualitas Informasi
|
1
|
0.096
|
0.023
|
0.024
|
-0.048
|
-0.223
|
|
Kemampuan Individual
|
0.096
|
1
|
0.430
|
0.399
|
0.280
|
0.231
|
|
Norma Subyektif
|
0.023
|
0.430
|
1
|
0.388
|
0.197
|
0.368
|
|
Tuntutan Studi
|
0.024
|
0.399
|
0.388
|
1
|
0.439
|
0.457
|
|
Kemudahan Akses
|
-0.048
|
0.280
|
0.197
|
0.439
|
1
|
0.187
|
|
Minat Mahasiswa
|
-0.223
|
0.231
|
0.368
|
0.457
|
0.187
|
1
|
Sumber
: Lampiran5, 2014
Menurut
tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa:
§
Korelasi antata variabel kualitas informasi (X1)
dengan minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar -0,223 artinya terdapat
hubungan yang lemah dan negatif variabel kualitas informasi (X1) terhadap
variabel minat mahasiswa (Y).
§
Korelasi antara variabel kemampuan individual (X2)
dengan minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,231 artinya terdapat
hubungan yang lemah dan positif variabel kemampuan individual (X2) terhadap
variabel minat mahasiswa (Y).
§
Korelasi antara variabelnorma subyektif (X3) dengan
minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,368 artinya terdapat hubungan
yang lemah dan positif variabel norma subyektif (X3) terhadap variabel minat
mahasiswa (Y).
§
Korelasi antara variabel tuntutan studi (X4) dengan
minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,457 artinya terdapat hubungan
yang lemah dan positif variabel tuntutan studi (X4) terhadap variabel minat
mahasiswa (Y).
§
Korelasi antara variabel kemudahan akses (X5) dengan
variabel minat mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,187 artinya tedapat
hubungan yang lemah dan positif variabel kemudahan akses (X5) terhadap variabel
minat mahasiswa (Y).
Tabel 4.5
|
Model Summary
|
||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the Estimate
|
|
1
|
.557a
|
.310
|
.278
|
2.16475
|
|
a.
Predictors: (Constant), KATOTAL, KINTOTAL, NSTOTAL, KINDTOTAL, TSTOTAL
|
||||
Sumber : Lampiran 6, 2014
Koefisien korelasi secara simultan dapat
dilihat pada tabel 4.5. nilai R pada tabel 4.5 menunjukkan besarnya koefisien
korelasi secara simultan yakni sebesar
0,557 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat dan positif variabel
kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan
kemudahan akses (variabel X) terhadap variabel minat mahasiswa (variabel Y).
4.3 Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi adalah suatu
ukuran yang menunjukkan sejauh mana variabel terikat (Y) dapat dipengaruhi oleh
variabel bebas (X). Jika besarnya nilai pada variabel (X) berubah, maka akan
membuat nilai (Y) juga
naik turun (bervariasi). Namun nilaiYbervariasi tidak semata-mata
disebabakan nilai X saja, karenamasih banyak faktor lain yang menyebabkannya.
Sehingga dalam penelitian ini, variabel terikat Y yakni minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X) yakni kualitas informasi,
kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses. Hasil uji determinasi
dapat dilihat pada tabel 4.5
Didalam tabel 4.5 terdapat nilai R square
( R2) sebesar 0,278artinya variabel kualitas informasi,kemampuan individual, norma subyektif,
tuntutan studi, dan kemudahan akses dapat menerangkan valiabilitas sebesar 27,8% dari minat
mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Maksudnya besarnya
prosentase yang diberikan variabel X terhadap naik turunnya variabel Y sebesar 27,8% sedangkan sisanya
sebesar 72,2% disebabkan oleh faktor-faktor lain.
4.4. Persamaan Garis Regresi
Persamaan garis regresi adalah suatu persamaan garis
yang dibuat berdasarkan rumus matematik yang menunjukan hubungan sebab akibat
antara dua variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).
Variabel
X merupakan variabel sebab atau variabel independent.
Variabel
Y merupakan variabel akibat atau variabel dependent.
Dalam
penelitian ini, untuk mendapatkan persamaan garis regresi tersebut, dapat
dicari dengan rumus berikut:
|
Y’=a+b1x1+b2x2+b3x3+b4x4+b5x5+ERROR
|
Keterangan
:
Y’ : Persamaan garis regresi
a : Konstanta
b1 :Lereng garis / slope pada variabel kualitas
informasi
b2 : Lereng garis / slope pada variabel kemampuan
individual
b3 : Lereng garis / slope pada variabel norma
subyektif
b4 : Lereng garis / slope pada variabel tuntutan
studi
b5 : Lereng gaaris / slope pada variabel kemudahan
akses
X1 : Variabel kualitas informasi
X2 : Variabel kemampuan individual
X3 : Variabel norma subyektif
X4 : Variabel tuntutan studi
X5 : Variabel kemudahan akses
Sedangkan untuk menghitung koevision
induk a, b1, b2, b3, b4 dan b5 dapat dilakukan dengan melakukan regression
linear pada SPSS 16 yaitu uji Coefficients
Model – Understandardized coefficients (B)yang dapat dilihat pada tabel 4.6
sebagai berikut
Tabel
4.6
Hasil
Olahan Data Regresi
|
Coefficientsa
|
||||||
|
Model
|
Unstandardized
Coefficients
|
Standardized
Coefficients
|
T
|
Sig.
|
||
|
B
|
Std. Error
|
Beta
|
||||
|
1
|
(Constant)
|
10.564
|
2.354
|
|
4.488
|
.000
|
|
KINTOTAL
|
-.123
|
.041
|
-.242
|
-3.013
|
.003
|
|
|
KINDTOTAL
|
.007
|
.045
|
.015
|
.158
|
.875
|
|
|
NSTOTAL
|
.148
|
.060
|
.225
|
2.460
|
.015
|
|
|
TSTOTAL
|
.220
|
.055
|
.389
|
4.035
|
.000
|
|
|
KATOTAL
|
-.036
|
.073
|
-.044
|
-.493
|
.623
|
|
|
a. Dependent Variable: MMTOTAL
|
|
|
|
|||
Sumber : Lampiran 6, 2014
Berdasarkan
tabel 4.6, persamaan garis regresinya adalah
Y
= 10,564 – 0,123X1 + 0,148X3 + 0,220X4 + 2,16475
Hasil
perhitungan yang telah dilakukan menghasilkan suatu persamaan menunjukkan
besarnya nilai X merupakan regresi yang diestimasikan sebagai berikut :
a.
Nilai konstanta (a) sebesar 10,564 ( positif ) menunjukkan bahwa mahasiswa akan
tetap menggunakan internet sebagai sumber pustaka meskipun kualitas
informasinya jelek, kemampuan individual terbatas, norma subyektif tidak
mendukung, tuntutan studi kurang, dan akses kejaringan internet sulit. Namun
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka tidak akan
sebesar ketika kelima faktor tersebut berperan.
b.
b1 (koefisien regresi X1) sebesar - 0,123 artinya semakin baik kualitas informasi
kurang mempengaruhi tingkat minat mahasiswa menggunakan internet sebagai sumber
pustaka.
c.
Kemampuan individual tidak mempengaruhi minat mahasiswa dalam meggunakan
internet sebagai sumber pustaka.
d.b3 (Koefisien regresi X3) sebesar 0,148 artinya
semakin tinggi norma subyektif atau motivasi yang diberikan oleh orang – orang
sekitarnya maka akan meningkatkan minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka.
e.b4 (Koefisien regresi X4) sebesar 0,220 artinya
semakin tinggi tuntutan studi dalam pembelajaran untuk menggunakan internet
sebagai sumber pustaka maka akan meningkatkan minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka.
f. Kemudahan akses
tidak mempengaruhi minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka.
Jadi secara keseluruhan,
persamaan garis regresi tersebut mengandung arti bahwa kualitas informasi berpengaruh negatif terhadap
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, sedangkan norma
subyektif, dan tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, kemampuan individual dan
kemudahan akses tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka.
4.5. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dapat
dilakukan dengan persamaan uji berganda uji parsial dan uji simultan dengan
bantuan perangkat lunak program SPSS versi 16. Uji parsial digunakan untuk
menguji pengaruh antara variabel kualitas informasi terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H1), kemampuan individual terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H2), norma subyektifterhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H3),tuntutan studi terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka ( H4 ), kemudahan akses terhadap
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ( H5 ). Sementara uji simultan
digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama antara
variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif,
tuntutan studi, dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka ( H6 ).
4.5.1. Pengujian Pengaruh Kualitas Informasi
terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka.
Pengaruh kualitas
informasi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka ( H1 ) diuji dengan regresi berganda uji parsial. Hasil pengujian ini
dapat dilihat pada tabel 4.7.
Tabel 4.7
Hasil Pengujian
Pengaruh kualitas
informasi terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka.
|
Variabel
|
Coeff
|
Sig.
|
Hasil
|
|
Kualitas Informasi
|
-
0, 123
|
0,003
|
Signifikan
|
Sumber : Data diolah,
2014
Berdasarkan tabel 4.7
dapat dilihat pengaruh kualitas informasi terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka memiliki koefisien sebesar – 0,123
dan signifikan pada 0,003.Hal ini berarti bahwa H1 yang menyatakan kualitas
informasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka ditolak. Karena nilai signifikan variabel
kualitas infomasi seperti tertera pada tabel 4.7 yakni sig. pada 0,003 < α = 0,050, namun koefisiennya
bernilai negatif. Hal ini berarti kualitas informasi berpengaruh negatif terhadap
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.5.2.
Pengaruh Kemampuan Individual terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan
Internet sebagai Sumber Pustaka.
Pengaruh kemampuan individual terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H2) diuji dengan regresi
berganda uji parsial.Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.8.
Tabel 4.8
Hasil pengujian
Pengaruh kemampuan individual terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
|
Variabel
|
Coeff
|
Sig.
|
Hasil
|
|
Kemampuan individual
|
0,007
|
0,875
|
Tidak signifikan
|
Sumber : Data diolah,
2014
Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat pengaruh kemampuan
individual terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka memiliki koefisien sebesar 0,007 dan signifikan pada 0,875.Hal ini
berarti bahwa H2 yang menyatakan bahwa kemampuan individual berpengaruh positif
terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
ditolak. Karena nilai signifikan variabel kemampuan individual seperti tertera
pada tabel 4.8 yakni sig. pada 0,875 > α
= 0,050.Artinya
kemampuan individual tidak memiliki pengaruh terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.5.3.
Pengujian Norma Subyektif terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai
Sumber Pustaka.
Pengaruh norma subyektif terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H3) diuji dengan regresi
berganda uji parsial. Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.9.
Tabel 4.9.
Hasil Pengujian
Pengaruh norma subyektif terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
|
Variabel
|
Coeff
|
Sig.
|
Hasil
|
|
Norma Subyektif
|
0,148
|
0,015
|
Signifikan
|
Sumber : Data diolah,
2014
Berdasarkan tabel 4.9 dapat dilihat pengaruh norma
subyektif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka memiliki koefisien sebesar 0,148 dan signifikan pada 0,015. Hal ini
berarti bahwa H3 yang menyatakan bahwa norma subyektif berpengaruh positif
terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
diterima. Karena nilai signifikan variabel norma subyektif tertera pada tabel
4.9 yakni sig. 0,015 < α = 0,050. Artinya norma subyektif berpengaruh positif terhadap
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.5.4.
Pengujian Tuntutan Studi terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet
sebagai Sumber Pustaka
Pengaruh tuntutan studi terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka (H4) diuji dengan regresi berganda
uji parsial.Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.10.
Tabel 4.10
Hasil pengujian
Pengaruh tuntutan studi terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka
|
Variabel
|
Coeff
|
Sig.
|
Hasil
|
|
Tuntutan studi
|
0,220
|
0,000
|
Signifikan
|
Sumber : Data diolah,
2014
Berdasarkan tabel 4.10
dapat dilihat pengaruh tuntutan studi terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet memiliki koefisien sebesar 0,220 dan signifikan pada 0,000.Hal
ini berarti bahwa H4 yang menyatakan bahwa tuntutan studi berpengaruh positif
terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
diterima. Karena nilai signifikan variabel tuntutan studi seperti tertera pada
tabel 4.10 yakni sig. pada 0,000 < α = 0,050.Artinya
tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka.
4.5.5.
Pengujian Kemudahan Akses terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai
Sumber Pustaka
Pengaruh kemudahan akses terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka ( H5 ) diuji dengan regresi
berganda uji parsial. Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.11.
Tabel 4.11
Hasil Pengujian
Pengaruh kemudahan akses terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
|
Variabel
|
Coeff
|
Sig.
|
Hasil
|
|
Kemudahan akses
|
-0,036
|
0,623
|
Tidak signifikan
|
Sumber : Data diolah,
2014
Berdasarkan tabel 4.11 dapat dilihat pengaruh
kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka memiliki koefisien sebesar -0,036 dan signifikan pada 0,623.Hal
ini berarti bahwa H5 yang menyatakan bahwa kemudahan akses berpengaruh positif
terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
ditolak. Karena nilai signifikan variabel kemudahan akses seperti tertera pada
tabel 4.11 yakni sig. pada 0,623 > α
= 0,050.Artinya
kemudahan akses tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebgai sumber pustaka.
4.5.6.
Pengujian Pengaruh Kualitas Informasi, Kemampuan Individual, Norma Subyektif,
Tuntutan Studi dan Kemudahan Akses terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan
Internet sebgai Sumber Pustaka
Pengujian
pengaruh kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan
studi dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka (H6) diuji dengan regresi berganda uji simultan. Hasil
pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.12.
Tabel 4.12
Hasil Pengujian
Pengaruh kualitas informasi, kemampuan individual,
norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa
dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka
|
Model
|
Sum of Squares
|
Df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
|
|
1
|
Regression
|
229.174
|
5
|
45.835
|
9.781
|
.000a
|
|
Residual
|
510.791
|
109
|
4.686
|
|
|
|
|
Total
|
739.965
|
114
|
|
|
|
|
Sumber : Data Diolah 2014
Berdasarkan tabel 4.12 dapat
dilihat pengaruh kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif,
tuntutan studi dan kemudahan akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka memiliki nilai f sebesar 9,781 dan nilai
signifikan 0,000, hal ini berarti bahwa H6 yang menyatakan bahwa kualitas
informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan
akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka diterima. karena nilai signifikan variabel kualitas
informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan
akses terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka seperti yang tertera pada tabel 4.12
yakni sig. pada 0,000 < α = 0,05. artinya kelima variabel bebas yakni
kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan
kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka.
4.6. Pembahasan
Berdasarkan pengujian data
empiris menggunakan SPSS 16 pada tabel
4.13 akan ditampilkan ringkasan hasil akhir dari pengujian hipotesis
yang menjelaskan bahwa hipotesis ( H1, H2, H3, H4, H5, H6 ) diterima atau
ditolak.
Tabel 4.13
Ringkasan hasil pengujian hipotesis
|
No
|
Hipotesis
|
Hasil Akhir
|
|
H1
|
Kualitas informasi
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka
|
Ditolak
|
|
H2
|
Kemampuan individual
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internetsebagai
sumber pustaka
|
Ditolak
|
|
H3
|
Norma subyektif
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka
|
Diterima
|
|
H4
|
Tuntutan studi berpengaruh
positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka
|
Diterima
|
|
H5
|
Kemudahan akses
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka
|
Ditolak
|
|
H6
|
Kualitas informasi,
kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi, dan kemudahan akses
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka
|
Diterima
|
Sumber : Data Diolah 2014
4.6.1 Pengaruh Kualitas Informasi terhadap Minat
Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa
kualitas informasi berpengaruh negatif terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Ini menunjukkan bahwa kualitas
informasi memberikan kontribusi yang
kurang terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka. Artinya semakin baik informasi yang diperoleh melalui internet kurang
mendorong minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.Karena
mahasiswa dalam menggunakan internetsebagai sumber pustaka hanya sebatas
tuntutan studi, sehingga mereka tidak mementingkan kualitas informasi yang
dihasilkan melalui internet.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 yang menyatakan bahwa kualitas
informasi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka adalah ditolak.
4.6.2
Pengaruh Kemampuan Individual terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan
Internet sebagai Sumber Pustaka
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa kemampuan individual tidak berpengaruh
positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka, ini menunjukkan bahwa kemampuan individual tidak memberikan kontribusi
yang cukup kuat terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka. Artinya semakin baik kemampuan seorang mahasiswa tidak akan
berpengaruh pada minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka. Begitupun sebaliknya semakin kurang kemampuan seorang mahasiswa juga tidak
akan berpengaruh pada minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 yang menyatakan bahwa kemampuan
individual berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka adalah ditolak.
4.6.3
Pengaruh Norma Subyektif terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Interner
sebagai Sumber Pustaka
Tabel 4.13 menunjukkan bahwanorma subyektif berpengaruh positif terhadap
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, ini
menunjukkan bahwa norma subyektif memberikan kontribusi yang cukup kuat terhadap
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Artinya
bahwa sudut pandang atau motivasi orang-orang yang berada dilingkungan sekitar
seorang mahasiswa juga akanberpengaruh terhadap sudut pandang mahasiswa
tersebut. Begitupun sebaliknya semakin kurang motivasi dari orang-orang yang
berada dilingkungan mahasiswa maka akan menurunkan minat seorang mahasiswa
untuk menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 yang menyatakan bahwa norma subyektif
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka adalah diterima.
4.6.4
Pengaruh Tuntutan Studi terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet
sebagai Sumber Pustaka
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa tuntutan studi berpengaruh positif terhadap
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, ini menunjukkan
bahwa tuntutan studi memberikan kontribusi terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.Artinya bahwa mahasiswa dapat
mengakses informasi dan ilmu pengetahuan sesuai dengan mata kuliah.Sehingga pemanfaatan
internet akan membantu mempermudah penyelesaian tugas-tugas perkuliahan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 yang menyatakan bahwa tuntutan studi
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka adalah diterima.
4.6.5
Pengaruh Kemudahan Akses terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet
sebagai Sumber Pustaka
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa kemudahan akses tidak berpengaruh positif
terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka, ini
menunjukkan bahwa kemudahan akses tidak memberikan kontribusi yang cukup kuat
terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka.Artinya bahwa semakin mudah internet diakses tidak mempengaruhi tingkat
minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.Begitupun
sebaliknya semakin sulit internet diakses juga tidak mempengaruhi minat
mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Sehingga dapat disimpulkan behwa H5 yang menyatakan bahwa kemudahan akses
berpenggaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet
sebagai sumber pustaka adalah ditolak.
4.6.6
Pengaruh Kualitas Informasi, Kemampuan Individual, Norma Subyektif, Tuntutan
Studi dan Kemudahan Akses terhadap Minat Mahasiswa dalam Menggunakan Internet sebagai
Sumber Pustaka.
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa
kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan
studi dan kemudahan akses berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka, ini menunjukkan bahwa kualitas informasi, kemampuan individual,
norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses memberikan kontribusi yang
baik terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber
pustaka. Artinya semakin bagus kualitas informasi yang diperoleh melalui internet,
semakin baik kemampuan individu, semakin tinggi norma subyektif atau tinggi
motivasi dari orang-orang sekitar, semakin tinggi tuntutan studi yang diberikan
dan semakin mudah internet diakses akan meningkatkan minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H6 yang menyatakan kualitas informasi,
kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan studi dan kemudahan akses
berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai
sumber pustaka adalah diterima.
BAB
V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan
pembahasan yang telah dikemukakan, maka sebagai kesimpulan dan hasil penelitian
diperoleh sebagai berikut :
1.
Dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa
variabel kualitas informasi berpengaruh negatif terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
2.
Dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa
variabel kemampuan individual tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
3.
Dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa
variabel norma subyektif berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
4.
Dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa
variabel tuntutan studi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
5.
Dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa
variabel kemudahan akses tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam
menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
6.
Dari hasil pengujian secara simultan diketahui bahwa
variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan
studi, dan kemudahan akses secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat
mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka.
7.
Koefisien korelasi menunjukkan keeratan hubungan
antara variabel kualitas informasi (X1), kemampuan individual (X2), norma
subyektif (X3), tuntutan studi (X4), dan kemudahan akses (X5) baik secara
parsial maupun secara simultan terhadap minat mahasiswa (Y) dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka.
Koefisien korelasi secara
parsial : korelasi antara variabel kualitas informasi (X1) dengan minat
mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar -0,223 artinya terdapat hubungan yang
lemah dan negatif variabel kualitas informasi (X1) terhadap variabel minat
mahasiswa (Y). Korelasi antara variabel kemampuan individual (X2) dengan minat
mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,231 artinya terdapat hubungan yang lemah
dan positif variabel kemampuan individual (X2) terhadap variabel minat
mahasiswa (Y). Korelasi antara variabelnorma subyektif (X3) dengan minat
mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,368 artinya terdapat hubungan yang
lemah dan positif variabel norma subyektif (X3) terhadap variabel minat mahasiswa
(Y). Korelasi antara variabel tuntutan studi (X4) dengan minat mahasiswa (Y)
menunjukkan hasil sebesar 0,457 artinya terdapat hubungan yang lemah dan
positif variabel tuntutan studi (X4) terhadap variabel minat mahasiswa
(Y).Korelasi antara variabel kemudahan akses (X5) dengan variabel minat
mahasiswa (Y) menunjukkan hasil sebesar 0,187 artinya terdapat hubungan yang
lemah dan positif variabel kemudahan akses (X5) terhadap variabel minat
mahasiswa (Y).
Koefisien korelasi secara
simultan :koefisien korelasi dilihat pada data nilai R yang menunjukkan besarnya
koefisien korelasi secara simultan yakni
sebesar 0,557 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat dan positif
variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan
studi, dan kemudahan akses ( variabel X) terhadap variabel minat mahasiswa (
variabel Y).
8.
Koefisien determinasi (R2) menunjukkansejauh mana variabel
terikat (Y) yakni minat mahasiswa dapat dipengaruhi oleh variabel bebas (X)
yakni kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif, tuntutan
studi, dan kemudahan akses. Koefisien determinasi yakni nilai adjusted R squaresebesar 0,278 artinya variabel kualitas informasi, kemampuan individual, norma subyektif,
tuntutan studi, dan kemudahan akses dapat menerangkan valiabilitas sebesar 27,8% dari minat
mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber pustaka. Maksudnya besarnya
presentase yang diberikan variabel X terhadap naik turunnya variabel Y sebesar
27,8% sedangkan sisanya
sebesar 72,2% disebabkan oleh faktor-faktor lain.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Peneliti menyadari bahwa penelitian ini memiliki
keterbatasan, antara lain:
1. Sampel penelitian hanya menggunakan mahasiswa di
Fakultas Ekonomi Universitas Sains Al Quran Jawa Tengah di Wonosobo, sehingga
penelitian ini sangat sulit untuk digeneralisasikanuntuk semua mahasiswa di
Indonesia.
2. Masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi minat
mahasiswa dalammenggunakan internet sebagai sumber pustaka. Hal ini ditunjukkan
dari nilai Rsquare penelitian yang relatif kecil yaitu sebesar 0,278
yang artinya minat mahasiswa dalammenggunakan internet sebagai sumber pustaka
27,8% dipengaruhi oleh variabeldalam penelitian ini, sedangkan sisanya yaitu
72,2% dipengaruhi faktor-faktor lain selain variabel penelitian.
3. Penelitian ini menggunakan metode survai melalui
kuesioner. Sehingga kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan data yang
dikumpulkan menggunakan instrumen tertulis.
5.3 Saran
Dari keterbatasan tersebut maka peneliti ingin
memberikan beberapa saranyang bersifat membangun untuk penelitian selanjutnya
dengan tema penelitian yang sama. Adapun saran yang dapat peneliti berikan
adalah sebagai berikut:
1. Untuk penelitian berikutnya, sebaiknya dapat
mempertimbangkan mengenairesponden penelitian agar dapat divariasikan untuk
semua universitas di Indonesia, agar bisa melihat hasil yang lebih merata
mengenai faktor-faktoryang mempengaruhi minat mahasiswa dalam menggunakan
internet sebagai sumber pustaka.
2. Penelitian yang akan datang bisa dikembangkan
dengan menambahkan beberapavariabel independentatau melakukan penggantian model
kerangka pemikiran supaya diperoleh hasil yang lebih baik dari penelitian ini.
3. Sebaiknya pada saat responden mengisi kuesioner
disertai dengan sedikitwawancara untuk dapat memilih responden yang mempunyai
pengalaman yang lebih memadai dan tidak terjadi respon yang bias.
Daftar
Pustaka
2.
Femilia Zahra.2009. Pengaruh Kualitas Informasi,
Kemampuan Individual, dan Norma Subyektif terhadap Minat Mahasiswa dalam
Menggunakan Internet sebagai Sumber Pustaka. Palembang : Simposium Nasional
Akuntansi XII.
5.
http//id.wikipedia.org/wiki/kualitas_informasi
6.
http//akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/25/kemampuan
individual
Tidak ada komentar:
Posting Komentar