Jumat, 12 Juni 2015

Tips Menjadi Orang Yang Paling Bahagia

Bahagianya Orang Yang Ikhlas dan Kiat Ikhlas

Sesungguhnya orang yang paling bahgia adalah orang yang paling ikhlas, semakin dia meningkatkan keikhlsanya maka dia semakin bahagia, bagaimana dia tidak bahagia..? Allah SWT mengetahui kebaikanya, Allah mengetahui amalanya, dan ia menyerahkan ibadahnya semata – mata hanya untuk Allah SWT,.

Seorang diatas muka bumi ini bahagia kalau dia bias dikenal oleh orang yang mulia, di kenal oleh pejabat, di kenal oleh misalnya bupati, di kenal oleh presiden misalnya, ea tentu bahagia presiden mengenalnya, lantas bagaimana jika yang mengenalnya Rabbul Alamin, pencipta dan penguasa alam semesta ini, yang jika menghendaki sesuatu hanya mengatakan kunfayakun, orang yang ikhlas adalah orang yang paling bagaia, suatu saat  Rasulullah pernah berkata kepada ubay bin ka’ab abu mundir Ra, kata Rasulullah

“Wahai Ubay sesungguhnya Allah SWT memerintahkan aku untuk membacakan Alquran kepadamu “

Maka Ubay berkata

“Rasulullah, apakah Allah menyebutkan namaku kepadamu? “

Kata Rasulullah

“Iya Allah SWT menyebutkan namamu kepadaku “

Maka ubay bun ka’ab pun menangis, kenapa? Menangis sangat gembira Allah SWT mengenalnya,Allah menyebutnya,.

Orang yang ikhlas ia tau bahwasanya Allah mengetahui amal ibadahnya, meskipun mungkin orang lain tidak ada yang melihatnya, mungkin orang lain tidak mempedulikanya, mungkin orang lain merendah kanya, tapi dia tau dan yakin bahwasanya apa yang dia lakukan, kebaikan yang dia lakukan di ketahui Allah SWT.
Diantara hal yang bias mendatangkan kebahagiaan itu, sesorang tatkala berbuat baik kepada orang lain jangan dia menyebut sesang bermu’amalah dengan dengan orang lain tapi dia sedang bermu’amalah kepada Allah SWT, tatkala dia sedang memberikan sumbangan kepada orang lain, tatkala dia memberikan bantuan kepada orang lain, dia ingat bahwasanya dia sekarang lagi bermu’amalah kepada Allah, Allah sedang melihat dia member sumbangan, mu’amalah dia bukan dengan orang lain yang dia bantu, tapi mu’amalah dia dengan Allah SWT. Jadi jika perkaranya demikian yang dia harapkan hanyalah pujian dari Allah SWT, yang dia harapkan Allah mengetahui siapa dirinya, semakin dia ikhlas semakin orang tidak mengetahui amalanya Allah akan semakin mengetahui dia, Allah akan semakin mengenalnya, Allah akan semakin mencintainya, oleh karena dia tidak peduli dengan komentar orang–orang yang dia bantu, dia tidak peduli dengan komentar orang lain.

Dan syiarnya sebagaimana orang-orang yang bertaqwa yang Allah sebut dalam Alquran

“ Kata mereka, kami member makan pada kalian karena Allah SWT, mu;amalah kami dengan Allah SWT, bukan dengan kalian kami tidak butuh dari kalian terimakasih, dan kami tidak butuh dari kalian balasan “

Inilah orang yang ikhlas, orang yang paling bahagia.

Sedangkan orang yang tidak ikhlas dia senantiasa sibuk mendengar komentar orang lain, bagaimana amalan dia, apakah dia di puji atau dia di cela, kalau orang ikhlas dia tidak peduli dengan perkataan orang lain , yang penting ia baik di hadapan Allah SWT, dia tau bahwasanya pujian manusia tidakakan meninggikan derajadnya, dan dia tau bahwa celaan manusia pun tidak akan merendahkan derajatnya, yang penting dia baik di hadapan Allah SWT , benar-benar konsentrasi dia bahwasanya dia bermua’amalah dengan Allah SWT.

Ada dua orang yang ikhlas Rasulullah SAW sebutkan tentang cirri khusus mereka ikhlas yang pertama, seorang apbila dia berinfak dengan tangan kananya kemudian dia sembunyikan sampai tangan kiri tidak mengetahui apa yang di infakan oleh tangan kananya, dia bahagia tatkala dia tau bahwasanya hanya Allah yang tau amalnya, dia tidak pedulikan apa komentar orang lain, bahkan dia sengaja menyembunyikan amalanya agar yang mengetahui hanyalah Allah SWT, dia tak butuh puji orang lain.

Yang kedua kata Nabi SAW diantaranya seorang yang tatkala dia mengigat Allah, tatkala dia sendirian maka kemudian mengalirlah dari kedua matanya, mengalirkan air mata, dia sendirian dan dia merasakan kelezatan tatkala mengigat Allah SWT, dia seakan-akan berbicara langsung dengan Allah SWT sehingga dia menangis meskipun tidak ada yang melihat, dia mengeluarkan air mata kebahagiaan kenapa Allah mengetahui tangisan dia Allah mengetahui dia mengagungkan Allah SWT.

Bahkan diantara tafsir para ulama’ demikian pula seorang yang tatkala banyak orang namun saking ikhlasnya dia, dia bisa mengkondisikan seakan akan dia sedang sendirian, kenapa? Karena dia tidak memperdulikan komentar orang lain sehingga dia tetap menangis meskipun di hadapan banyak orang, kenapa? Dia yakin dia sedang bermu’amalah dengan Allah SWT, sehingga meskipun di hadapan banyak orang dia tetap menangis karena dia mengagungkan Allah SWT.

Kita akan bahagia jika kita mengikhlaskan amalan ibadah kita hanya kepada Allah SWT, adpun jika kita kemudian sibuk dengan komentar orang lain, sibuk mendengar pujian orang lain, atau sibuk dengan cercaan orang lain terhadap kita, maka kita tidak akan bahagia, karena tidak mungkin ada seorang pun yang akan di puji oleh semua orang, batapun baiknya kita pasti ada yang memuji dan ada yang mencela, kalau Allah SWT tidak selamat dari celaan ciptaanya,( mahluknya ). Mereka ( oaring-orang yahudi ) mengatakan bahwa tangan Allah terbelenggu, mereka mengatakan sesungguhnya Allah SWT miskin dan kamilah yang kaya. Allah tidak selamat dari cercaan mahkluknya.

Nabi SAW yang memiliki ahklak super mulia pun tidak selamat dari cercaan kaumnya, bagaimana dengan kita tentunnya mengharapkan keridha’an seluruh manusia adalah suatu yang mustahil. Sebagaiman perkataan Imam Syafi’i Ra,

“Bahwasanya mencari keridha’an manusia adalah suatu hal yang mustahil, tujuan yang mustahil untuk di raih “

Karena ikatkan hati kita hanya kepada Allah SWT, yakinlah bahwasanya kita sedang bermuamalah kepada Allah SWT, maka kita akan bahagia karena Allah yang membahagiakan kita, dan kita tidak mempedulikan komentar manusia.

Semoga bermanfaat… 

Sumber: Ustadz Firanda Andirja, MA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar