MIMPI…???????
MIMPI
secara sederhana bisa kita simpulkan seperti ini :
Mimpi = keinginan, cita-cita, harapan dan khayalan
untuk suatu hal yang ingin terjadi di masa depan
Mimpi = Gambaran aktivitas atau kejadian
yang terjadi pada saat seseorang tidur.
Adapun
Wikipedia mengartikan mimpi sebagai berikut :
Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang
melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran,
perasaan, atau indra lainnya
dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang
cepat (rapid eye movement/REM sleep).
Didalam
islam, karena tidak ada suatu ilmu yang kadar kepastiannya melibihi ilmu islam
(ilmu yang berdasarkan kepada firmah Allah yang terdapat di Al-qur’an.
Beberapa ayat alquran yang menyebutkan perihal
mimpi :
Dan
(ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu
meliputi segala manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami
perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula)
pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi
yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (QS. Al-Israa :
60)
Maka
tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim,
Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku,
kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku
termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ashshaaffaat: 102)
Dan
demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya
kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya
kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan
nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu[743] sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan
Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Yusuf :
6)
Dari
beberapa ayat diatas bisa kita cermati, bahwa mimpi adalah suatu perkara yang
dikenal dalam islam, dan lebih dari itu Allah subhanahu wata’la memberikan
beberapa kelebihan kepada nabiNya, yaitu kemampuan untuk menta’wil atau
menterjemahkan maskud dari mimpi. salah satunya kepada nabi Yusuf ‘alaihi
salam, yang kita kenal memiliki mu’jizat menafsirkan mimpi.
Dan
demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya
kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya
kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan
nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu[743] sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan
Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha BijaksanDan demikianlah
Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu
sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu
dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya
kepada dua orang bapakmu[743] sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak.
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
Beberapa Hadits yang menyebutkan perihal mimpi
:
dari
Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa sesungguhnya dia mendengar Nabi saw bersabda:
“Apabila
sesorang dari kamu memihat suatu mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya
mimpi itu hanyalah dari Allah swt, maka hendaknya ia memuji Allah swt
(bertauhid) atas mimpinya dan hendaknya ia memberitahukannya. Dan apabila ia
melihat tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi
itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memohon perlindungan (ta’awwudz
kepada Allah swt) dari keburukannya dan janganlah menuturkannya kepada
seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat).” (HR : Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda, yang artinya : “Tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian
kecuali berita-berita gembira”. Para shahabat bertanya :”apa itu berita-berita
gembira?”, Rasulullah saw bersabda: “mimpi yang baik” (hr. Bukhari).
Diriwayatkan
bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw: “Sesungguhnya saya telah
bermimpi (melihat) kepalaku telah terputus (dari badanku) lalu saya
mengikutinya dari belakang, maka Nabi saw mencelanya dan bersabda : “janganlah
kamu ceritakan (kepada orang lain) permainan syaithan terhadapmu di dalam
mimpi(mu)”
(HR. Muslim) Dari beberapa
hadits diatas bisa kita simpulkan bahwa mimpi terbagi kedalam dua bagian :
1. Mimpi Baik,
Yaitu
mimpi yang dirasakan oleh si pemimpi berupa sesuatu yang baik bagi dirinya,
bukan berupa kesedihan, atau hal-hal yang dirasakan menyedihkan, membuat gundah
dan gelisah.
Dan juga ada yang mengatakan mimpi baik cirinya tidak di dahului oleh khayalan atau pikiran sebelum tirdur, mimpi benar-benar datang sendirinya. dan tidak terkait dengan kejadian sebelum si pemimpi tertidur. Mimpi baik datangnya dari Allah Subhanhu wata’ala, dan seyogyanya bagi kita yang mengalami mimpi baik memanjatkan puji dan syukur kepada Nya, dan juga menceritakan mimpi baik ini kepada orang yang dianggap baik. sebagai mana kutipan hadits : Apabila sesorang dari kamu memihat suatu mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari Allah swt, maka hendaknya ia memuji Allah swt (bertauhid) atas mimpinya dan hendaknya ia memberitahukannya (HR. Bukhari)
Dan juga ada yang mengatakan mimpi baik cirinya tidak di dahului oleh khayalan atau pikiran sebelum tirdur, mimpi benar-benar datang sendirinya. dan tidak terkait dengan kejadian sebelum si pemimpi tertidur. Mimpi baik datangnya dari Allah Subhanhu wata’ala, dan seyogyanya bagi kita yang mengalami mimpi baik memanjatkan puji dan syukur kepada Nya, dan juga menceritakan mimpi baik ini kepada orang yang dianggap baik. sebagai mana kutipan hadits : Apabila sesorang dari kamu memihat suatu mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari Allah swt, maka hendaknya ia memuji Allah swt (bertauhid) atas mimpinya dan hendaknya ia memberitahukannya (HR. Bukhari)
2. Mimpi Buruk,
Yaitu
mimpi yang dirasakan tidak baik oleh si pemimpi, biasanya mimpi yang
menyebabkan rasa sedih, takut, khawatir berlebihan, gundah dan gelisah. Mimpi
buruk ini datangnya dari syaitan, sebagai musuh utama manusia, syaitan hendak
memberikan gangguan dari berbagai arah, salah satunya dari mimpi. Oleh
karenanya Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, disunnahkan
melakukan lima perbuatan. Yaitu, mengubah posisi tidur, meludah ke kiri
sebanyak tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang
terkutuk, bangun dan shalat, dan tidak menceritakan mimpinya kepada siapa pun.
Dan apabila ia melihat tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memohon perlindungan (ta’awwudz kepada Allah swt) dari keburukannya dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat).” (HR : Bukhari)
Dan apabila ia melihat tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memohon perlindungan (ta’awwudz kepada Allah swt) dari keburukannya dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat).” (HR : Bukhari)
Hindari kebiasaan menafsirkan mimpi tanpa
ilmu!
Saat
ini masih banyak sekali orang yang mencari-cari ta’wil atau arti dari mimpi
yang dialami, bahkan tidak banyak yang terjatuh ke jurang Ke-Syirikan, dimana
orang tersebut mempercai ucapan atau tafsiran dari seseorang yang tidak sama
sekali mengetahui ilmu ta’wil ini.
yang perlu kita yakini saat ini adalah, bahwa mimpi itu ada dua maca, mimpi baik yang datangnya dari Allah dan mimpi buruk yang datangnya dari syaitan, tidak perlu kita mencari-cari arti mimpi kita, karena kebanyakan jawaban dari penta’wil mimpi saat ini adalah salah, apalagi bersumber dari sesuatu yang salah seperti ramalan china, ramalan kejawen, bahkan berasal dari cerita orang dulu yang tidak jelas sumbernya. Wallahu’alam, smoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi Anda yang membaca, saya sangat terbuka sekali menerima hal baru dari Anda yang mengetahui lebih jauh mengenai MIMPI ini.
yang perlu kita yakini saat ini adalah, bahwa mimpi itu ada dua maca, mimpi baik yang datangnya dari Allah dan mimpi buruk yang datangnya dari syaitan, tidak perlu kita mencari-cari arti mimpi kita, karena kebanyakan jawaban dari penta’wil mimpi saat ini adalah salah, apalagi bersumber dari sesuatu yang salah seperti ramalan china, ramalan kejawen, bahkan berasal dari cerita orang dulu yang tidak jelas sumbernya. Wallahu’alam, smoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi Anda yang membaca, saya sangat terbuka sekali menerima hal baru dari Anda yang mengetahui lebih jauh mengenai MIMPI ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar